Vaksin untuk Penyakit Aeromonas pada Lele

Vaksin untuk Penyakit Aeromonas pada Lele

 

Para peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar Badan Litbang Kelautan dan Perikanan menemukan Vaksin untuk Penyakit Aeromonas pada Lele yang dinamakan Vaksin HydroVac. Temuan ini berhasil membasmi bakteri Aeromonas hydrophila yang kerap menyerang ikan. Penyakit MAS adalah penyakit yang paling ditakuti oleh para pembudidaya ikan air tawar terutama ikan lele karena dapat menimbulkan kerugian yang besar (dapat mengakibatkan kematian ikan hingga 100 %), dan penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Aeromonas hydrophila. Bakteri Aeromonas hydrophila termasuk dalam bakteri gram negatif, berbentuk batang dengan lebar 0,7 – 0,8 mikron dan panjang 1,0 – 1,5 mikron, bersifat patogen karena mengandung eksotoksin dan endotoksin berupa racun dan enzim protese yang dapat menyebabkan nekrosis pada jaringan otot ikan.

Vaksin untuk Penyakit Aeromonas pada Lele

Menurut Afianto dan Evi L (1992) bakteri Aeromonas sp umumnya hidup di air tawar terutama yang mengandung bahan organik tinggi. Penularan bakteri jenis ini dapat melalui air, kontak badan, kontak dengan peralatan yang telah tercemar atau pemindahan ikan yang terserang. Masa inkubasi serangan bakteri ini hanya 3- 4 hari, dapat terjadi setiap saat dan tidak mengenal musim.

Bakteri tersebut berkembang, antara lain karena budidaya ikan yang kian intensif dan perubahan iklim, yang membuat kualitas perairan menurun. Semua itu bisa memicu merebaknya wabah penyakit bakterial tersebut.

Serangan bakteri Aeromonas hydrophila menyebabkan “penyakit merah” atau Motile Aeromonas Septicaemia (MAS). Penyakit MAS bersifat akut, menginfeksi semua umur dan jenis ikan air tawar, dapat mengakibatkan kematian hingga 100%. Gejala klinis penyakit MAS, antara lain warna tubuh kusam, nafsu makan menurun, ekses lendir, pendarahan pada pangkal sirip dan bagian tubuh lainnya, dropsy, sisik lepas, luka dan akhirnya berkembang menjadi ulcer (borok).

Metode yang banyak digunakan untuk menanggulangi penyakit pada ikan budidaya adalah pengobatan dengan zat kimia atau antibiotik. Meski terlihat dengan cepat mengatasi penyakit, ternyata cara ini sangat berisiko karena justru dapat menimbulkan resistansi terhadap bakteri, selain biaya yang cukup mahal, juga dapat mencemari lingkungan. Antibiotik biasanya diberikan melalui makanan, perendaman atau penyuntikan, sehingga residu antibiotik dapat terakumulasi pada ikan.

Untuk menghindari dampak negatif dari penggunaan antibiotik, penanggulangan penyakit ikan dapat diupayakan melalui peningkatan kekebalan ikan dengan vaksinasi. Vaksinasi adalah upaya memasukkan antigen dari agen penginfeksi ke dalam tubuh ikan dengan harapan ikan tahan terhadap agen penginfeksi tersebut. Vaksinasi  mampu menimbulkan antibodi dan daya lindung yang baik pada ikan. Dalam usaha pencegahan penyakit, vaksinasi juga menguntungkan karena tidak menimbulkan residu dan pencemaran lingkungan. Maka para peneliti pun mencoba mencari dan menemukan vaksin untuk penyakit aeromonas pada lele yang tepat dan dapat digunakan oleh banyak pembudidaya lele.

Mengenal Vaksin HydroVac

Hasil studi epidemiologi disimpulkan bahwa patogen yang dianggap paling bertanggung jawab atas kasus kematian massal pada budidaya ikan lele, gurame, nisa, dan gabus yang terjadi pada tahin 80-an di wilayah Jawa Barat dan merebak ke daerah lain di hampir seluruh wilayah Indonesia adalah bakteri Aeromonas hydrophila. Sejak saat itu, penelitian dan kajian tentang biologi, karakterisasi, serta mekanisme serangan penyakit tersebut dilakukan secara intensif untuk mendapatkan teknologi penanggulangannya yang paling rasional, murah, aman, efisien dan efektif. Hingga pada akhirnya ditemukan vaksin monovalen anti-Aeromonas hydrophilayang mampu bekerja untuk pencegahan infeksi jenis bakteri tersebut.

Hasil penelitian Ir. Taukhid, M.Sc dan rekan-rekan di Balai Penelitian dan Pengambangan Perikanan Air Tawar (Balitkanwar) Bogor menemukan solusi yakni vaksin HydroVac. Sejak tahun 2007, Ia dan sejumlah peneliti mulai meneliti tentang vaksinasi pada ikan. Inspirasi tersebut Ia peroleh dari negara Norwegia yang telah sejak lama mengatasi penyakit pada ikan dengan cara vaksinasi.

 

Vaksin Hydrovac kemudian dikerjasamakan dengan Capri berubah nama menjadi CAPRIVAC AERO-L®. Kerjasama alih teknologi yang dilakukan Capri dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP-RI ini juga dimaksudkan untuk menyebarluaskan dan menerapkan hasil penelitian Perikanan Budidaya melalui produk vaksin. Dengan demikian manfaat penelitian vaksin ikan dapat sampai kepada pembudidaya kecil sehingga mampu mengatasi problem penyakit ikan yang selama ini menghantui kegagalan budidaya.

Vaksin Hydrovac mengandung sel utuh (whole cell) bakteri Aeromonas hydropilla strain AH26, Phospate Buffered Saline (PBS) dan bahan preservatif. Hydrovac dapat menginduksi respon kebal spesifik pada ikan dan kekebalan tersebut mulai terdeteksi 2-3 minggu kemudian. Untuk meningkatkan kadar antibodi hingga level protektif, perlu dilakukan vaksinasi ulang (booster) yang diberikan 1,5 bulan kemudian. Booster akan meningkatkan level antibodi yang sangat signifikan selama 3-12 bulan.

Aplikasi atau Cara Pemberian Vaksin untuk Penyakit Aeromonas pada Lele

Persyaratan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan vaksinasi terhadap ikan yaitu:

  1. Ikan telah berumur 3 minggu atau lebih,
  2. Status kesehatan ikan harus dalam kondisi baik, hindari memberikan vaksin pada populasi ikan yang sedang sakit,
  3. Suhu air relatif hangat (di atas 25 °C) dan stabil.

Aplikasi Vaksin Hydrovac dapat dilakukan dalam 3 (tiga) cara, yaitu:

  1. Perendaman, teknik ini dilakukan dengan cara merendam ikan dalam larutan Hydrovac selama 15-30 menit. Perendaman dapat dilakukan dalam bak beton/fiber glass/akuarium atau ember plastik. Dosis yang digunakan adalah 100 ml vaksin untuk setiap 10 liter air;
  2. Melalui pakan ikan (pellet), teknik ini cocok untuk ikan yang sudah dipelihara di kolam atau vaksinasi ulang (booster). Vaksin diencerkan terlebih dahulu dengan air bersih, kemudian dimasukkan ke dalam alat semprot. Semprotkan larutan vaksin tersebut ke pakan secara merata, dikeringanginkan dan selanjutnya segera diberikan kepada ikan. Dosis yang diberikan adalah 2-3 ml/Kg bobot tubuh ikan. Pemberian vaksin melalui pakan sebaiknya dilakukan selama 3-7 hari berturut-turut; dan
  3. Aplikasi vaksin melalui suntikan, cara pemberian vaksin dengan melalui suntikan lebih tepat untuk ikan-ikan yang berukuran relatif besar (misalnya induk ikan) dengan dosis 3-5 ml/Kg bobot tubuh ikan. Keuntungan pemberian vaksin melalui penyuntikan adalah 100 % vaksin dapat masuk ke dalam tubuh ikan. Cara penyuntikan yang biasa dilakukan, yaitu dimasukkan ke rongga perut (intra peritoneal) dan dimasukkan ke otot/daging (intra muscular) dengan sudut kemiringan jarum suntik (needle) kira-kira 30°.

Gambar Produk Vaksin untuk Penyakit Aeromonas pada Lele

Kenali penyakit Aeromonas untuk tahu bagaimana cara menanggulanginya agar bisa terhindar dari kerugian besar.

Vaksin untuk Penyakit Aeromonas pada Lele ini dapat dipesan melalui Sangkuti Farm dan www.e-wak.com.

 

Semoga sukses selalu…

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Jenis Lele Yang Populer dan Cepat Besar di Indonesia

Jenis Lele Yang Populer dan Cepat Besar di Indonesia

Pada dasarnya, ada beberapa jenis lele yang dibudidyakan sepertilele lokal, lele hias dan lele dumbo, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!