Untung Rugi Ternak Lele No ratings yet.

Tidak sedikit pembudidaya yang mengawali usaha lele namun harus mengalami kerugian. Sebagian besar dari pembudidaya tersebut merasa menemui jalan buntu untuk melanjutkan usaha budidaya tetapi ada pula yang berusaha mencari solusi dan kemudian berhasil. Dalam budidaya lele pengalaman dan pengetahuan harus dikuasai oleh pembudidaya. Sehingga semua risiko yang berpotensi merugikan dapat diatasi dengan baik. Biasanya untung rugi ternak lele disebabkan oleh beberapa hal antara lain lele banyak yang mati, pertumbuhan lele tidak sempurna dan lele banyak yang tidak ada.


untuk rugi ternak lele

Pakan yang kurang tepat. Banyak dikalangan pembudidaya lele yang tidak memperhatikan atau tidak melakukan manajemen pakan dengan baik. Misalnya pemberian pakan yang hanya dipusatkan pada satu titik di tengah kolam. Hal ini akan memiliki dampak besar terhadap untung rugi ternak lele karena ikan lele memiliki sifat kanibal dan akan makan sesama ketika mereka kekurangan mendapatkan makanan. Oleh karena itu perlu untuk menebar pakan secara merata agar kompetisi dalam mendapatkan makanan di kolam menjadi rendah. Selain itu mutu pakan yang buruk akan menyebabkan pertumbuhan lele tidak optimal karena kekurangan nutrisi yang penting bagi tubuh lele. Pemberian pakan tambahan berupa daging mentah seperti keong mas atau bangkai ayam sangat perlu untuk dihindari. Daging mentah akan memicu sifat kanibal lele sehingga sebelum memberi pakan tambahan berupa daging sebaiknya direbus terlebih dahulu. Berikanlah lele pakan yang berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dan lele dapat tumbuh dengan optimal.

Kolam yang tidak baik. Masalah persiapan kolam juga perlu diperhatikan dengan cermat karena akan mempengaruhi siklus hidup lele. Kolam yang berkualitas rendah membuat lele mudah stress dan kemudian mati. Hal ini karena kondisi kolam tidak dibuat sesuai dengan sebagaimana mestinya. Kolam yang baik ialah yang mempunyai pakan alami yang melimpah bagi penting bagi pertumbuhan benih. Untuk kolam terpal sebelum digunakan sebagai media budidaya lele harus diisi air selama kurang lebih satu minggu, kemudian air diganti dengan yang baru dan lakukan pemupukan kolam dengan kotoran ternak. Bila menggunakan kolam tanah perlu menetralkan tanah terlebih dahulu untuk mengilangkan zat asam dengan cara pengapuran pada tanah yang akan dijadikan kolam dan setelah itu maka kolam siap untuk digunakan.

Kondisi air kolam kurang maksimal. Ikan lele mampu bertahan hidup pada kondisi air yang minim oksigen sehingga kondisi tidak akan berdampak langsung pada pertumbuhan lele. Namun ketinggian air perlu diperhatikan karena hal ini terkait dengan bagaimana lele mendapatkan makanan. Bagi benih lele bila ketinggian air kolam satu meter maka akan menyebabkan benih tersebut kesulitan dalam mendapatkan makanan yang terapung di permukaan kolam. Ketinggian air tersebut membuat benih kehabisan tenaga sehingga asupan makanan menjadi berkurang. Seharusnya ketinggian air kolam menyesuaikan dengan kondisi ikan dengan melihat faktor usia karena hal ini akan membuat ikan mudah dalam mendapatkan makanan.

  • Usia 1-2 minggu ketinggian air sekitar 40cm
  • Usia 3-4 minggu ketinggian air sekitar 60cm
  • Usia 5-6 minggu ketinggian air sekitar 90cm
  • Usia 7 minggu hingga panen ketinggian air sekitar 120cm
untung rugi ternak lele

Demikian ulasan singkat mengenai penyebab untung rugi ternak lele, semoga bermanfaat.

Bagi anda yang ingin belajar budidaya lele secara cepat dan baik, segera kunjungi pelatihan budidaya lele Abah Nasrudin.

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

Nilai Kualitas Konten

CEK JUGA ARTIKEL INI :

teknik nano bubble dalam budidaya ikan

Teknik Nano Bubble Dalam Budidaya Ikan

Teknik nano bubble dalam budidaya ikan diklaim mampu meningkatkan pertumbuhan ikan hingga 40 persen dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!