Ukuran Kolam Lele Yang Ideal dan Baik

Ukuran Kolam lele Yang Ideal dan Baik (Clarias sp.) Kolam merupakan salah satu wadah yang umum digunakan untuk kegiatan budidaya. Sangkuti catfish farm adalah salah satu pembudidaya ikan lele yang memiliki kegiatan pendederan dan pembesaran.


ukuran kolam lele yang ideal dan baik
ukuran kolam lele yang ideal dan baik

Kolam yang digunakan disini adalah kolam terpal rangka beton, kolam terpal rangka bambu dan kolam terpal rangka besi. Kolam terpal rangka beton disini memiliki dimensi yang bervariasi dari ukuran 4x3x1 m3 dan 4×2,5×0,5 m3. Terpal yang digunakan disini adalah terpal A12 dan A5 dengan masing-masing ketebalan 12 mm dan 5 mm. Rangka besi yang digunakan untuk kolam terpal rangka besi adalah besi wermes dengan ketebalan 6mm. Kolam dengan ukuran 4×2,5×0,5 m3 digunakan sebagai kolam pendederan dan kolam dengan ukuran 4x3x1 m3 digunakan untuk pembesaran. Padat tebar kolam pendederan ikan lele di Sangkuti catfish farm adalah 5000 ekor untuk ukuran 7-8 cm dan 7000 ekor untuk ukuran 5-6 cm. Terdapat berbagai jenis kolam yang digunakan untuk kegiatan budidaya. Diantaranya adalah kolam tanah, kolam beton, kolam fiber, kolam terpal rangka bambu dan kolam terpal rangka beton. Kolam tanah adalah kolam yang dibuat dengan menggali sebuah tanah, kolam fiber adalah kolam yang terbuat dari fiber atau serat kaca, kolam beton adalah kolam yang terbuat dari semen, pasir, batu dan memiliki rangka yang terbuat dari besi, kolam terpal rangka bambu adalah kolam yang memiliki rangka bambu dan dilapisi dengan terpal dan kolam terpal rangka beton adalah kolam beton yang dilapisi dengan terpal.

Kolam- kolam diatas juga memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan. Kolam tanah memiliki keunggulan diantaranya adalah murah dan tumbuhnya mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami, kelemahan dari kolam tanah adalah tidak kokoh, mudah hancur, kondisi air sangat dipengaruhi dari kondisi tanah, persiapan dasar tanah yang cukup lama dan permanen (tidak bisa dipindahkan). Kolam fiber memiliki kelebihan diantaranya adalah kokoh, wadah tidak berdampak langsung terhadap kualitas air, dan mudah dibersihkan. Kolam fiber juga memiliki kelemahan, seperti mahal, biaya perbaikan yang mahal. Kolam beton memiliki kelebihan diantaranya adalah awet, dampak yang minim terhadap kualitas air dan kokoh. Kelemahan dari kolam beton adalah tidak dapat dipindah-pindah dan biaya perbaikan relatif mahal. Selanjutnya adalah kolam terpal rangka bambu yang memiliki kelebihan diantaranya adalah murah, fleksibel (mudah dipindahkan), mudah diperbaiki dan dampak yang diberikan minim terhadap kualitas air, sedangkan kekurangannya adalah mudah rusak. Terakhir adalah kolam terpal rangka beton yang memiliki kelebihan yaitu kokoh, mudah dibersihkan dan dampak yang diberikan minim terhadap kualitas air. Kolam ini memiliki kekurangan seperti biaya pembuatan yang mahal dan biaya perbaikan rangka yang mahal. Setelah dilakukan observasi di sangkuti farm, terdapat beberapa ulasan mengenai bahan kolam yang digunakan di Sangkuti farm. Kolam di Sangkuti Farm menggunakan kolam terpal dengan rangka beton, digunakannya kolam terpal dengan rangka beton disebabkan karena lokasi dari Sangkuti Farm sendiri yang berada di daratan miring dan memungkinkan terjadinya pada kerangka beton. Pada kolam bundar pembesaran digunakan besi dengan ketebalan 6mm, hal tersebut dilakukan guna mempermudah pemebentukan dari rangka tersebut. Kolam pendederan dan pembesaran di Sangkuti Farm terisi air dengan volume 60-70%, tujuan dilakukannya pengsiian air dengan volume 60-70% adalah guna memudahkan ikan untuk menggapai pakan yang ada dipermukaan.

Oke berikut artikel mengenai ukuran kolam lele yang ideal dan baik. Smoga bermanfaat

BANNER FREE MEMBER

Nilai Kualitas Konten

About sangkutifarm

CEK JUGA ARTIKEL INI :

apakah air kolam lele perlu diganti

Air Kolam Lele Perlu Diganti ?? Cari Tau disini

Post Views: 2.000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!