Teknik Budidaya Lele Sistem RAS

Teknik budidaya lele sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) adalah sistem budidaya ikan di mana air kolam disirkulasi kembali lewat rangkaian proses sehingga kotoran ikan, sisa pakan serta senyawa gas racun diolah dalam tangki pengendapan dan difiltrasi. Setelah rangkaian prose tersebut, air yang mengalir kembali ke dalam kolam menjadi bersih dan tidak mengandung senyawa yang membahayakan. Sistem RAS adalah teknologi dengan menggunakan sistem budidaya ikan secara intensif dengan menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan sirkulasi air secara terus menerus.

Teknik Budidaya Lele Sistem RAS

Untuk memenuhi keperluan ikan konsumsi, pembudidaya lele mulai mengadopsi teknologi ini dengan biaya peralatan yang lebih terjangkau. Penggunanan sistem RAS tak membutuhkan wadah yang besar. Teknologi RAS cukup dilakukan pada bak berkapasitas 10 ton air. Berikut tahap dalam sistem RAS antara lain:

Solid Removal
Tahap ini bertujuan menghilangkan bahan padat yang mencemari perairan. Pada tahap ini dijalankan pemfilteran untuk menghilangkan limbah padat. Seperti sisa makan, kotoran ikan maupun limbah.

Biofiltration
Tahap ini bertujuan untuk menghilangkan bahan pencemar yang tak terlihat seperti amonia. Salah satu cara untuk menghilangkan amonia yakni dengan menerapkan filter biologi, melepaskan bakteri yang mampu merubah amonia menjadi nitrogen yang aman dilepaskan ke lingkungan.

Dissolve gas control
Pada tahap terakhir ini bertujuan menambah jumlah oksigen terlarut sehingga air yang dilepaskan banyak mengandung oksigen terlarut yang baik untuk ikan budidaya.

Tujuan dari teknologi RAS ini adalah:

  • Menghemat pemakaian air dan ruang.
  • Budidaya stabil dari gangguan cuaca dan lingkungan seperti hewan predator, hama penyakit dan lain-lain.
  • Meningkatkan efisiensi dan produktivitas ikan budidaya.
  • Dapat diintegrasikan dengan budidaya lainnya seperti akuaponik dan lainnya.

Kekurangan sistem RAS antara lain:

  • Membutuhkan sumber tenaga listrik yang lumayan besar
  • Semakin mahal dan sensitif jenis ikan maka kian banyak tahapan cara resirkulasi yang digunakan.
  • Tetap memerlukan sumber air.
Teknik Budidaya Lele Sistem RAS

Hal dasar yang wajib diperhitungkan dalam sistem resiruklasi antara lain:

Tenaga Pompa
Tenaga pompa wajib melebihi kapasitas kolam. Contohnya volume kolam 2500 liter maka tenaga pompa wajib di atas 2500 liter/jam, seperti 5000 liter/jam.
Desain Saringan
Dalam pemilihan desain filtrasi wajib memperhitungkan kepadatan dan jenis ikan yang dipelihara.
Kapasitas Saringan
Untuk memastikan kapasitas filter dapat dilihat dari jumlah pakan ikan dan tenaga pompa yang digunakan. Semakin besar debit pompa maka kian dalam panjang desain filternya.

Teknik RAS ini dapat dijalankan pada budidaya ikan seperti nila, lele dan ikan lainnya. Kunci keberhasilan teknik produksi dengan resirkulasi adalah menerapkan sistem treatment air dengan perhitungan biaya yang tepat dan efisien.

Demikian ulasan singkat mengenai teknik budidaya lele sistem RAS, semoga bermanfaat.

Bagi anda yang ingin belajar budidaya lele secara cepat dan baik, segera kunjungi pelatihan budidaya lele Abah Nasrudin.

Nilai Kualitas Konten

About mugi nugroho

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Bibit Ikan Gurame, Langkah Budidayanya?

Halo sahabat sangkuti Kembali lagi bersama mimin yang tentunya akan memberikan pengetahuan baru, kali ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
Chat Kami
1
Terima kasih 😀🙏🏻

Silahkan diskusikan kepada kami tentang budidaya ikan, kolam terpal dan perlengkapan perikanan budidaya lainnya. Kami siap membantu anda 😊😊

Oh iya, Kami hari ini sedang ada promo pelatihan budidaya online hanya 100ribuan berisi 60 video tutorial. 👍