Takaran Pakan Lele 1000 Ekor per Hari, Berapa Ya?

Halo sahabat Sangkuti, kembali lagi pada artikel Sangkuti farm yang informatif dan inovatif untuk perkembangan budidaya ikan lele. Bagaimana kabar budidaya ikan lele akang semuanya? Semoga selalu lancar dan cepat tumbuh sampai panen ya. Pada kesempatan kali ini kami tidak akan bosan untuk membahas mengenai salah satu komponen input terbesar dalam industri akuakultur yaitu pakan. Pakan dapat dianalogikan sebagai bahan bakar pada produksi daging ikan lele. Pemberian pakan dilakukan dengan perhitungan khusus agar pengeluaran pakan dan produksi budidaya dapat lebih terukur. Populasi ikan lele pada suatu wadah budidaya bergantung pada carrying capacity wadah budidaya. Jumlah individu dan biomassa ikan lele mempengaruhi jumlah pakan yang diberikan. Populasi ikan lele dengan jumlah individu 1000 ekor memiliki takaran khusus melalui beberapa pertimbangan untuk dikalkulasikan lebih lanjut. Berikut pembahasan lebih mendalam mengenai takaran pakan lele 1000 ekor per hari.

Takaran pemberian pakan lele bergantung pada stadia ikan lele yang dibudidaya, sebab stadia ikan yang berbeda membutuhkan jenis pakan yang berbeda. Stadia ikan lele serupa dengan komoditas air tawar lainnya yang meliputi larva, benih, juvenil, dan dewasa. Sistem pencernaan antar stadia memiliki keunikannya masing-masing, oleh sebab itu pakan yang diberikan tidak bisa diseragamkan. Pada stadia larva, sistem pencernaan ikan belum sempurna dan cenderung pendek terlebih dengan bukaan mulut ikan yang kecil. Pakan alami dibutuhkan pada ikan lele stadia larva sebab sesuai dengan sistem pencernaan ikan. Larva dan benih merupakan salah satu stadia kritis kelangsungan hidup ikan. Takaran pemberian pakan yang terukur dengan pemilihan pakan yang tepat dapat mendukung performa produktivitas budidaya.

Takaran Pakan Lele 1000 Ekor per Hari

Takaran pemberian dapat terdiferensiasi berdasarkan jenis pakan yang diberikan. Jenis pakan pada umumnya digolongkan pada pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami digunakan pada segmentasi pembenihan untuk menumbuhkan benih, sedangkan pakan buatan digunakan untuk budidaya pada segmentasi pendederan dan pembesaran. Pakan alami yang dapat menjadi opsi untuk pengembangan usaha pembenihan (pemeliharaan larva lele) yaitu cacing sutera, kutu air, dan artemia. Berbeda dengan pakan buatan, pakan alami tidak dapat dibuat secara artifisial namun diperoleh dari alam. Ketersediaanya bergantung pada kondisi alam atau habitat mereka tumbuh. Pakan alami disinyalir memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva, meskipun perlu pengujian laboratorium untuk mengetahui nilainya secara kuantitas. Pakan alami umumnya diberikan pada larva lele dengan takaran yang tidak pasti secara angka, namun pembudidaya umumnya memberikan pakan alami untuk larva dengan metode sekenyang-kenyangnya. Stadia benih, juvenil, dan dewasa membutuhkan nutrisi dengan kandungan yang lebih kompleks serta terukur melalui penggunaan pakan buatan. Pakan buatan pabrik yang sudah ter komersialisasi pada industri akuakultur dapat diperoleh lebih mudah dengan opsi merk yang beragam. Kandungan nutrisi pada pakan buatan sudah terukur melalui tahap formulasi dan pengujian. Kandungan protein yang baik untuk pertumbuhan ikan lele yaitu senilai 25-30%. Takaran pakan buatan tentunya berbeda dengan pakan alami, perhitungan pakan buatan dapat dilakukan lebih terukur dan akurat.

Berbicara mengenai kuantitas pakan yang diberikan untuk 1000 ekor lele perharinya tentu perlu didasari pengetahuan tentang biomassa ikan yang dibudidayakan. Biomassa merupakan bobot ikan yang hidup pada suatu wadah budidaya. Biomassa ikan lele setiap wadah pemeliharaan tidak dapat disamaratakan tanpa adanya informasi mengenai kepadatan serta volume air yang terisi pada wadah. Biomassa merupakan kuantifikasi dari kepadatan yang dikali dengan volume air. Biomassa akan selalu bertambah nilainya seiring dengan umur pemeliharaan yang baik. Biomassa 1000 ekor ikan lele stadia benih tentunya berbeda dengan biomassa 1000 ekor ikan lele stadia juvenil (panen). Terdapat 2 cara yang umum diterapkan untuk mengidentifikasi biomassa ikan. Pertama, menimbang basah secara langsung seluruh populasi ikan pada wadah budidaya apabila memungkinkan. Kedua, sampling rata-rata bobot individu ikan kemudian dikalikan dengan jumlah ekor ikan pada wadah budidaya tsb. Jadi, takaran pemberian pakan untuk 1000 ekor ikan lele bergantung pada biomassa populasi tersebut, serta metode pemberian pakan seperti apa yang diaplikasikan. Metode pemberian pakan pada budidaya lele umum menggunakan metode ad satiation dan restricted.

Takaran Pakan Lele 1000 Ekor per Hari

Metode ad satiation merupakan metode pemberian pakan secara sekenyang-kenyangnya. Metode ini perlu memperhatikan respon ikan terhadap pakan yang diberikan. Ikan yang sudah tidak responsif lagi dengan sisa pakan yang tidak termakan, menandakan ikan sudah kenyang. Penerapan metode ad satiation cenderung tidak memudahkan pembudidaya untuk mengukur pakan yang diberikan terlebih komoditas yang dibudidayakan adalah ikan lele. Ikan lele termasuk ikan yang rakus, sehingga perlu bantuan teknis dari pembudidaya untuk mengontrol tingkat kekenyangan perut ikan. Metode pembibisan direkomendasikan sebelum pemberian pakan. Metode bermanfaat untuk mencegah kembungnya perut lele akibat makan yang berlebih. Frekuensi pemberian dapat dilakukan 2-3 kali sehari.

Metode restricted adalah metode pemberian pakan yang porsi hariannya dibatasi. Metode ini menggunakan istilah feeding rate yang merupakan presentase porsi pemberian pakan berdasarkan biomassa. Melalui metode ini pakan yang diberikan untuk budidaya ikan lele dapat lebih terukur dan terprediksi. Feeding rate yang digunakan umumnya berkisar 3-7%, nilai tersebut bergantung pada nafsu makan ikan serta waktu pemeliharaanya. Takaran pakan untuk 1000 ekor lele dapat dihitung melalui metode ini dengan syarat diketahuinya biomassa dan nilai FR yang digunakan. Budidaya ikan lele segmentasi pembesaran dapat menggunakan benih dengan ukuran awal 7-9 cm atau bobot 7 g. Waktu pemeliharaan kurang lebih 3 bulan dibutuhkan agar ukuran ikan mencapai ukuran panen. Sebagai contoh, suatu populasi budidaya ikan lele dengan jumlah 1000 ekor, ukuran bobot individu 7 gram, serta  pemberian pakan secara restricted (FR 3%) pada H1. Berdasarkan data tersebut dapat diperoleh data biomassa dengan mengalikan jumlah ekor ikan dengan bobot individu yaitu 7000 g (7 kg). Kemudian data biomassa dikalikan kembali dengan FR 3% menjadi 210 g. Maka pemberian pakan harian untuk 1000 ekor ikan lele berukuran 7 gram dengan FR 3% yaitu 210 g. Apabila pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari, makan sebanyak 70 g diberikan setiap kali pakan diberikan pada hari tersebut.

Takaran Pakan Lele 1000 Ekor per Hari

Sekian artikel pada kesempatan kali ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menginspirasi sahabat sangkuti untuk semangat berbudidaya. Jangan lupa like dan share artikel ini. Terimakasih, sampai jumpa, happy farming, dan salam sukses akuakultur!

Baca juga : Penyebab Lele Mati Perut Kembung, Ini Dia

Nilai Kualitas Konten

About Aghis

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Fitoplankton Makanan Kutu Air

Halo sahabat sangkuti mimin disini mau berbagi pengetahuan baru ternyata fitoplankton makanan kutu air yuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
Chat Kami
1
Terima kasih 😀🙏🏻

Silahkan diskusikan kepada kami tentang budidaya ikan, kolam terpal dan perlengkapan perikanan budidaya lainnya. Kami siap membantu anda 😊😊

Oh iya, Kami hari ini sedang ada promo pelatihan budidaya online hanya 100ribuan berisi 60 video tutorial. 👍