Memilih Sistem Air Kolam Lele yang Paling Tepat untuk Anda

Lebih dari 5 sistem air kolam lele yang baru-baru ini booming di media sosial.

 

Anda mungkin pernah mendengar bahwa sistem bioflok sebagai solusi sistem air kolam lele yang tepat, atau mungkin pernah ada yang bilang bahwa sistem biosirkulasi yang membuat Anda cepat panen, bahkan muncul lagi berita tentang sistem lele boster yang bisa menekan harga pakan. Apa yang terjadi kemudian? Anda BINGUNG dengan banyaknya pilihan sistem air kolam lele yang di-branding sebagai yang paling tepat dan menguntungkan? Bingung karena banyaknya artikel atau jurnal atau postingan di media sosial tentang sistem yang dipakai untuk budidaya lele?

Semakin Anda mengikuti dan menyimak di media sosial, mungkin membuat Anda merasa malah tidak menumukan jawaban yang tepat. Lalu muncul di benak Anda pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Sistem mana yang benar dan efektif?
  • Sistem apa yang paling cepat panen?
  • Sistem yang bagaimana yang paling murah?
  • Yang terutama, MANA YANG PALING MENGUNTUNGKAN?

sistem air kolam lele

Jawabannya: SEMUA BISA BENAR! BISA UNTUNG! SEMUA BISA EFEKTIF!

Begini penjelasannya.

Untuk teman-teman pemula atau teman-teman yang baru saja akan memulai berbudidaya lele, sebaiknya mengetahui dulu bagaimana dasar-dasar pemeliharaan lele, kemudian bagaimana lele di alam liar hidup dari sisi biologinya secara umum. Mengapa demikian? Karena Anda perlu memahami benar bagaimana lele tersebut itu hidup di alam liar. Budidaya apapun akan mencoba menghadirkan/membuat sedekat atau semirip mungkin kondisi/situasi alam liar dengan kondisi tempat pembudidayaan. Semakin mirip kondisinya, maka hewan/tumbuhan/organisme yang dibudidayakan akan merasa nyaman untuk hidup, berkembang dan nantinya berkembang biak. Kami menyarankan untuk Anda memahami konsep dasar berbudidaya, yakni (menurut pemahaman kami): memelihara, menumbuhkan, mengembangbiakkan, memperbanyak jumlah hewan atau tumbuhan, umumnya untuk konsumsi atau pakan atau hiasan, dengan meniru/merekayasa/membuat semirip mungkin kondisi hidupnya di alam liar.

Yuk cek artikel ini untuk tahu Habitat Lele, Kebiasan Hidup dan Perilakunya

SELANJUTNYA, pelajari dulu kondisi calon lokasi budidaya lele Anda.

Beberapa pertanyaan berikut ini mungkin dapat membantu Anda untuk memahami dan mengidentifikasi keadaan lokasi bakal/calon tempat budidaya Anda:

  • Bagaimana kondisi airnya,
  • keadaan tanahnya (ketinggian, geografis, kemiringan),
  • akses listrik,
  • cuaca&iklim&suhu,
  • pendukung budidaya lainnya, seperti penjual pakan, penjual bibit, dan lainnya.

Jangan lupa untuk mencatat hal-hal yang Anda temukan di lokasi calon budidaya Anda.

NAHHH…setelah tahu mengenai biologi lele dan lokasi, pelajari dulu sistem2 yang ditawarkan oleh beberapa pelatihan yang ada. Salah satu saran yang kami anjurkan untuk Anda, tanyakan/kumpulkan info terlebih dahulu beberapa pertanyaan dasar, seperti:

  • Berapa luasan minimum kolam yang dibutuhkan?
  • Berapa modal minimum yang harus dikeluarkan?
  • Bagaimana kebutuhan air, listrik, dan tata cahaya?
  • Bagaimana tingkat kesulitan dalam penataan dan pemeliharaan?
  • Bagaimana kekurangan dan limbahnya?

JANGAN TANYAKAN: Bagaimana hasil atau untungnya (dulu)!!! Karena ini akan membuyarkan fokus Anda untuk mengetahui dengan detail informasi yang Anda butuhkan. Alasan lainnya adalah fakta di lapangan, biasanya setiap penjual/promotor pelatihan sebuah sistem budidaya lele akan mengunggulkan sistem yang dipakainya. Penilaian Anda akan menjadi tidak obyektif nantinya. Sebaiknya Anda mencari informasi tentang sebuah sistem dalam keadaan netral, tidak subyektif dan tidak berat sebelah. Kosongkan “pilihan” di kepala Anda terlebih dahulu ketika mengumpulkan informasinya. Ketika Anda sudah memiliki sebuah “kesukaan/keputusan” terhadap sebuah sistem sebelum Anda mengumpulkan info yang lain, sistem-sistem yang lain yang berbeda dengan “pilihan” Anda hanya akan terlihat kekurangannya saja. Sebaiknya tidak menjadi “buta” pilihan.

Setelah informasi dari beberapa sistem air kolam lele sudah Anda kumpulkan, COCOKKAN dengan keadaan tempat ANDA nantinya.

sistem air kolam lele yang tepat bagi anda
Jangan sampai Anda memaksakan memakai sebuah sistem, yang nantinya justru memberatkan Anda.

Sebagai contoh, ada beberapa sistem yang mengharuskan instalasi kolam memakai sistem aerator yang membutuhkan listrik non-stop, sedangkan di lokasi kolam Anda, akses listrik masih byarpet/sering mati/sulit, ini hanya menimbulkan masalah untuk Anda. Contoh lainnya adalah Anda memasang sistem yang membuat air kolam memiliki bau sedikit menyengat dan lokasi Anda ada di daerah pemukiman penduduk, tentunya Anda akan diprotes tetangga!

Ada beberapa pengalaman kami yang mungkin menarik untuk Anda. Beberapa kali kami didatangi oleh calon pembudidaya lele yang ingin belajar tentang sistem air kolam lele dan menajemen air kolam. Tentunya, kami dengan senang hati tentunya menjelasakan. Namun, setelah kami menjelaskan, umumnya mereka selalu bertanya dan merespon kalimat ini,

“Kenapa Sangkuti Farm tidak pakai sistem A? Produksinya banyak loh!”

“Pak, kawan saya pakai sistem yang beda dengan Sangkuti Farm, pakai sistem B, terbukti hemat pakan.”

atau pernyataan seperti,

“Mas, coba sistem C deh, saya dengar itu efektif sekali menghemat pakan, dan menekan produksi, instalasi murah dan mudah.”

Kami hanya bisa tersenyum mendengarnya.

Logika berpikir dasar adalah semua yang menawarkan pelatihan mungkin akan melabeli dirinya sebagai solusi terbaik budidaya lele, namun akan lebih bijak jika Anda yang memilih sistem yang tepat untuk “gaya&kebutuhan” Anda. Mungkin di tempat lain, sistem tersebut tepat untuk dipakai karena semua banyak faktor yang mendukung sistem tersebut sehingga sukses. Namun, apakah sistem tersebut bisa cocok digunakan di semua tempat, dan di semua kondisi?

Baru-baru ini ada seorang agen promotor sebuah pelatihan mendatangi Sangkuti Farm untuk menawarkan sebuah solusi sistem air kolam lele. Namun saya menemukan bahwa perubahan signifikan yang ditawarkan sistem tersebut hanya meningkatkan kurang dari 10% manajemen kolam kami. Angka ini cukup besar sebenarnya, jika kalkulasi modal yang harus dikeluarkan untuk mengubah sistem air kolam sebelumnya, tidak mencapai 30% dari total biaya operasional tahunan. Gambaran mudahnya, sistem baru bisa meningkatkan pendapatan 10%, namun biaya awal yang dikeluarkan untuk menerapkan sistem kolam baru menaikkan 30% biaya tahunan. Dengan keadaan sekarang, kami akhirnya tidak memakai sistem tersebut.

Mungkin tanggapan lain berkata bahwa keputusan kami dengan alasan diatas cukup naif, karena setiap perubahan memang memberatkan, namun anggaplah itu sebagai investasi untuk ke depannya. Instalasi sebuah sistem yang lebih modern atau mutakhir pastinya akan lebih mahal, tapi akan terlihat keuntungannya dalam waktu jangka panjang. Hal ini betul juga! Tidak salah!

Namun kembali lagi ke fokus kerja budidaya Anda, atau kembali ke rencana usaha Anda, apakah sudah tepat waktunya untuk mengganti keseluruhan sistem? Atau ada fokus kerja lain yang lebih mendesak untuk dikerjakan? Semua kembali kepada Anda.

Setiap sistem, apapun itu, dibuat untuk memudahkan Anda, dan pastinya bertujuan untuk meningkatkan hasil panen Anda,,, SELAMA sistem tersebut cocok dengan kondisi lokasi, pemahaman, kemampuan, dana, dan keadaan Anda. Ingat juga bahwa setiap sistem punya kelebihan dan kekurangan. Jangan terburu-buru karena “kelebihannya”, jangan terlalu takut/ragu akan “kekurangannya”. Pertimbangkan matang-matang dan dengan bijak.

Berikut ini adalah beberapa sistem tata kelola air atau sistem air kolam lele yang pernah kami dengar, pernah ditawarkan ke kami:

  • Sistem Bioflok
  • Sistem Lele Boster
  • Sistem Air Tenang
  • Sistem Biomaksi
  • Sistem RWS (Red Water System)
  • Sistem GWS (Green Water System)
  • Sistem Biosirkulasi
  • Sistem NWS (Natural Water System)
  • Sistem Air Mengalir

Ketika Anda membaca ini, Anda mungkin mengharapkan kami akan menjelaskan satu demi satu tentang sistem tersebut, dan mungkin berharap kami akan memberikan tanggapan mengenai setiap sistem. Awalnya kami berpikir demikian, namun akan lebih bijak jika Anda mencari informasinya dan memberi tanggapan mengenai setiap sistem. Karena belum tentu tanggapan kami menjadi valid untuk keadaan Anda. Lagipula, kami tidak ada kapabilitas untuk menjelaskan sistem yang lain, sistem yang kami tidak pakai. Kami menghindari adanya kesalahan-kesalahan kecil yang mungkin terjadi, seperti informasi/detail yang terlewatkan ketika kami membahas sebuah sistem. Kesalahan kecil ini mungkin bisa jadi bencana bagi yang membaca dan menerapkannya.

Sebaiknya Anda mencari informasinya di media sosial, di forum budidaya lele yang ada, dan pastinya kami menyarankan Anda untuk mendatangi beberapa kolam budidaya lele untuk melihat dan tahu bagaimana sistem tersebut dipakai. Seeing is believing. Tidak perlu berdebat tentang sistem siapa/apa yang paling tepat/paling efektif/paling menguntungkan, namun tetaplah berinovasi dan berbagilah ilmu &informasi yang membantu sesama.

Selamat memulai usaha budidaya lele!!! Sukses terus yah semuanya, jika bermanfaat mohon dibagikan, jika tak berguna, anggap saja angin lalu…

sistem air kolam lele sangkuti farm

 

CATATAN: Tulisan ini dibuat dengan tidak mengurangi rasa hormat dan rasa salut kepada para penemu sistem-sistem budidaya lele.

 

 

 

November 2017, Sangkuti Farm, Gadog, JAWA BARAT.

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Perkembangan Budidaya Ikan Lele di Indonesia

Perkembangan Budidaya Ikan Lele di Indonesia

Perkembangan Budidaya Ikan Lele di Indonesia Perkembangan Budidaya Ikan Lele di Indonesia Permintaan lele konsumsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!