Persiapan Kolam Tanah Untuk Pembesaran Lele

Persiapan Kolam Tanah Untuk Pembesaran Lele

Pembesaran lele adaah segmen dalam budidaya lele yang bertujuan untuk menghasikan ukura konsumsi (8-12ekor/kg). Dan berikut Persiapan Kolam Tanah Untuk Pembesaran Lele

 

Persiapan Kolam Tanah Untuk Pembesaran Lele

Pengondisian Kolam

Setelah kolam pembesaran lele selesal dibuat, perlu mengkondisikan kolam agar siap untuk ditebarl benih lele. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

a. Pengapuran Tanah

Tanah yang mengandung unsur logam tinggi cenderung bersifat asam. Karena itu, diperlukan pengapuran. Tujuannya, untuk menaikkan pH atau menetralisir tingkat keasaman tanah. Selain itu, pengapuran berguna untuk membasmi hama, parasit, dan sumber penyakit yang mungkin dapat menyerang lele.

Kapur yang digunakan berupa kapur yang biasa dikenal dalam dunia pertanian, seperti CaCOBI dolomit, kapur tohor (CaO), dan kapur mati Ca(OH)2. Dosisnya sekitar 60 g/m2 atau disesuaikan dengan kadar keasaman (pH) tanah. Semakin tinggi tingkat keasaman tanah, semakin banyak pula kapur yang harus ditebarkan. Pemberian kapur dilakukan dengan cara disebar merata di dasar dan dinding kolam.

b. Pengeringan Kolam

Pengeringan kolam bertujuan untuk membasmi hama dan sumber penyakit yang dapat menyerang lele. Lama pengeringan sekitar empat hari dengan asumsi tidak turun hujan atau pada musim kemarau.

Perlu diperhatikan, proses pengeringan tidak boleh membuat dasar kolam retak-retak. Dasar kolam yang retak akan menyebabkan penyerapan air sangat cepat. Akibatnya, air di dalam kolam akan cepat berkurang. Jika ada tanda-tanda keretakan di dasar kolam, proses pengeringan kolam harus segera dihentikan.

Proses pengeringan yang dilakukan pada musim penghujan, tidak perlu menunggu dasar kolam benar-benar kering. Karena hal itu akan sulit terwujud. Asal dasar kolam sudah bersih dan sampah-sampah sudah diangkat, kolam sudah boleh diisi air.

c. Pengisian Air

Setelah dasar kolam dinyatakan cukup kering, kolam dapat diisi air. Ketinggian air yang diperlukan untuk pembesaran lele sekitar satu meter. Setelah proses pengisian air selesai, kolam dibiarkan selama dua hari. Artinya, tidak ada kegiatan apapun menyangkut proses pengondisian air

d. Pemupukan

Setelah kolam dibiarkan selama dua hari, selanjutnya dilakukan pemupukan terhadap air. Pupuk yang digunakan adalah jenis pupuk panas, yaitu pupuk yang berasal dari kotoran hewan, dalam hal ini kotoran ayam. Kotoran hewan seperti kotoran sapi, domba, atau kerbau tidak disarankan karena tidak mudah terurai. Dosisnya sekitar 0,5-1 kg/mz. Misalnya, untuk kolam seluas 50 m2, kotoran ayam yang diperlukan untuk pemupukan kolam tersebut sebanyak 25-50 kg.

Untuk budi daya Iele, pemberian pupuk urea dan TSP dalam rangkaian pengondisian air kolam tidak diperlukan, sebab kandungan utama yang dimiliki pupuk urea adalah nitrogen. Padahal, kotoran air itu sendiri sudah mengandung nitrogen. Kadar nitrogen yang berlebihan justru akan menambah tingkat keasaman air. Pemberian pupuk urea dan TSP pada budi daya ikan sisik, seperti nila, gurami, ikan mas, dan lain-lain masih bisa ditolerir, tetapi harap berhati-hati

jangan sampai melebihi dosis. Fungsi pemupukan dalam budi daya lele sebagai berikut.

Persiapan Kolam Tanah Untuk Pembesaran Lele

1. Merangsang Pertumbuhan Pakan Alami

Pupuk berupa kotoran ayam yang diberikan dapat merangsang pertumbuhan zooplankton, htoplankton, cacing, dan larva-larva serangga yang akan menjadi pakan alami lele. Pakan alami ini terutama sangat diperlukan sebagai pakan awal saat lele baru ditebarkan (pakan starter). Selain itu, pakan ini berguna menjadi pakan selingan selain pakan pabrik (pelet). Pada gilirannya akan membantu pertumbuhan lele.

2. Menstabilkan Suhu Air

Suhu air di dalam kolam harus diusahakan agar tetap stabil. Pemupukan dapat memberikan efek terhadap kestabilan suhu air kolam. Dengan tumbuhnya plankton di air kolam akan membuat warna air menjadi hijau cerah pekat, baik di permukaan maupun di dalam air. Dengan demikian, pancaran cahaya matahari ke dalam air dapat dihambat oleh warna air kolam, sehingga tidak akan terlalu memengaruhi suhu air.

3. Menghambat Perkembangan Jamur dan Bakteri Patogen

Pemupukan juga dapat menekan atau menghambat perkembangan jamur dan bakteri patogen. Keberadaan jamur dan bakteri patogen di dalam kolam dapat menyebabkan penyakit pada lele. Karena itu, pemupukan sangat penting diaplikasikan yang pada gilirannya akan menekan tingkat kematian ikan.

OK, Sekian artikel mengenai Persiapan Kolam Tanah Untuk Pembesaran Lele, silahkan share ke sosial media jika artikel ini bermanfaat. Komen dibawah jika ada pertanyaan

 

happy farming

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Cara Menetaskan Telur Lele Secara Alami

Cara Menetaskan Telur Lele Secara Alami

Cara Menetaskan Telur Lele Secara Alami   Setelah induk lele mengeluarkan telur-telurnya, selanjutnya menunggu proses …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!