Penyebab Lele Mati Perut Kembung, Ini Dia!

Halo Sahabat Sangkuti, kembali lagi dengan artikel dari Sangkuti Farm yang informatif dan pastinya inspiratif untuk pengembagan budidaya ikan lele. Bagaimana kabar budidaya ikan lele akang semua? Semoga selalu lancar dan lekas panen ya. Artikel kali ini kami tidak akan bosan untuk membahas mengenai kendala-kendala yang dihadapi pada budidaya si ikan berkumis ini. Pada budidaya lele pasti kerap terjadi kematian ikan lele dengan ciri-ciri perut ikan yang mengalami kekembungan. Kira-kira apa penyebab lele mati perut kembung ini? Berikut pembahasannya versi Sangkuti Farm.

Penyebab lele mati perut kembung
Penyebab Lele Mati Perut Kembung, Ini Dia!

Kegiatan akuakultur dihadapi segudang tantangan dan kendala selama pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Permasalahan yang selalu menjadi hambatan utama pada budidaya komoditas air tawar maupun air laut adalah kematian yang disebabkan kondisi lingkungan ataupun penyakit. Mortalitas pada usaha budidaya tentunya berakibat pada kerugian usaha apabila terjadi dalam kuantitas yang besar. Ikan lele yang dikenal sebagai komoditas air tawar yang kuat dan tahan banting, ternyata tetap dapat terserang penyakit infeksius maupun non-infeksius. Agen penyebab penyakit yang menyerang budidaya ikan lele yaitu berasal dari kelompok bakteri, parasit, dan virus. Agen-agen penyebab penyakit tersebut meninggalkan tanda pada inang yang diserangnya, salah satunya yaitu perut yang kembung membulat pada ikan lele. Perut kembung pada ikan lele sejatinya dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut.

  1. Metode Pemberian Pakan yang Kurang Tepat

Pemberian pakan dalam pemeliharaan ikan yang terencana tidak dilakukan sesuka hati, akan tetapi terdapat metode-metode yang dianjurkan agar efisiensi usaha tercapai. Metode pemberian pakan untuk budidaya ikan lele meliputi ad satiation atau sekenyang-kenyangnya dan restricted atau dengan batasan kuantitas. Kedua metode pemberian pakan tersebut aplikatif dilakukan dengan tujuan mencegah peristiwa overfeeding. Overfeeding atau pemberian pakan yang berlebihan menyebabkan kualitas air pemeliharaan menurun serta overcost pemeliharaan. Kualitas air yang menurun akibat leaching-nya sisa pakan yang termanfaatkan menyebabkan konsentrasi amonia pada media budidaya meningkat. Konsentrasi amonia yang terlalu tinggi berimplikasi stres pada ikan lele. Ikan yang stres memiliki sistem imun yang rendah, dengan begitu membuka peluang untuk patogen datang menyerang. Patogen tertentu menjadi cikal bakal kembungnya perut ikan lele yang berujung pada kematian. Teknis pemberian pakan yang mendukung tindakan pencegahan perut kembung pada ikan lele yaitu pembibisan pakan. Teknik pembibisan pakan yaitu merendam pakan berupa butiran pelet pada air bersih sebelum pakan diberikan. Pembibisan memang ditujukan untuk meminimalisir butiran pelet yang masuk ke perut ikan lele. Sifat ikan lele yang rakus dengan mengonsumsi pelet yang diberikan secara terus menerus. Melalui pembibisan pakan akan mengembang berisi air, ikan lele akan lebih mudah kenyang dengan ukuran pakan yang lebih besar tersebut. Perendaman pakan dapat menggunakan hanya dengan air bersih atau dapat pula ditambahkan probiotik pakan yang mengandung bakteri bermanfaat untuk saluran pencernaan seperti Lactobacillus sp. Dan Bacillus sp. Waktu yang dibutuhkan untuk perendaman pakan yaitu 10-30 menit sebelum pakan diberikan.

Penyebab lele mati perut kembung 1
Penyebab Lele Mati Perut Kembung, Ini Dia!

  1. Kualitas Air yang Buruk 

Kualitas air menjadi kunci kesuksesan budidaya hewan akuatik. Air merupakan tempat komoditas budidaya hidup dan melakukan produktivitas. Media budidaya yang dikelola dengan cara yang kurang tepat semasa proses pemeliharaan berimplikasi pada performa produksi yang menurun. Kualitas air umumnya secara bertahap akan mengalami penurunan kelayakan seiring dengan bertambahnya masa pemeliharaan. Dua faktor utama yang menjadi penyebab rusaknya air budidaya yaitu sisa pakan yang tidak termanfaatkan dan feses ikan yang terakumulasi. Budidaya ikan lele saat ini kerap menerapkan sistem intensif yaitu dengan kepadatan tinggi >200 ekor per meter persegi. Manajemen padat tebar dan sistem wadah pemeliharaan secara tidak langsung berperan penting dalam mencegah perut kembung pada ikan lele. Perut lele yang mengalami pengembungan disebabkan oleh pengelolaan kualitas air yang tidak baik. Air yang buruk ditandai dengan warna yang sudah sangat keruh serta berbau tidak sedap. Air yang menunjukan cir-ciri tersebut perlu segera dilakukan pergantian air secara bertahap (50-70%) ataupun total (100%). Ikan lele mengalami penurunan imunitas tubuh apabila terus dibiarkan hidup pada media budidaya yang buruk. Imunitas ikan yang lemah memberikan kemudahan bagi agen penyakit untuk menginfeksi serta berujung pada perut yang kembung membulat. Perut yang kembung ini seiring berjalannya waktu akan terus membesar dan dapat meledak. Air budidaya yang teridentifikasi memiliki konsentrasi amonia >0,1 mg/L dianjurkan untuk diganti atau diberikan treatment

  1. Bakteri Aeromonas

Aeromonas merupakan salah satu agen penyakit yang kerap mengganggu kegiatan pemeliharaan ikan lele. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri aeromonas bersifat infeksius yaitu penyakit yang disebabkan oleh patogen. Bakteri aeromonas merupakan agen penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS), penyakit ini populer tidak hanya pada budidaya ikan lele. MAS dapat menyebabkan mortalitas 50-100%, keganasan tersebut yang menyebabkan penyakit ini dikhawatirkan oleh pembudidaya. MAS yang menyerang ikan lele menunjukan gejala-gejala yang dapat diidentifikasi seperti luka pada permukaan kulit, permukaan tubuh bagian bawah kepala sampai dengan sirip berwarna merah, serta perut ikan lele yang kembung. Perut ikan lele yang kembung berisi cairan kental berwarna putih bening seperti getah. Aeromonas yang menyebabkan perut kembung pada ikan lele diawali manajemen kualitas air yang kurang disiplin. Populasi ikan lele yang terinfeksi aeromonas dengan ciri-ciri perut kembung dapat dilakukan tindakan dengan cara memisahkan populasi yang masih bertahan hidup. Setelah itu populasi yang masih dapat diselamatkan dikarantina pada wadah khusus dengan input probiotik pencegah bakteri aeromonas pada air dan pakan. Dalam kurun waktu tertentu perut ikan akan mengempis dan sehat seperti sedia kala.

Penyebab lele mati perut kembung 2
Penyebab Lele Mati Perut Kembung, Ini Dia!

Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi sahabat sangkuti semuanya. Jangan lupa untuk like dan share artikel ini dan artikel lainnya dari Sangkuti Farm. Terimakasih, sampai jumpa, happy farming, dan salam sukses akuakultur! 

Baca juga : Pakan Lele 1000 Ekor Sampai Panen, Berapa Ya?

Nilai Kualitas Konten

About Aghis

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Fitoplankton Makanan Kutu Air

Halo sahabat sangkuti mimin disini mau berbagi pengetahuan baru ternyata fitoplankton makanan kutu air yuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
Chat Kami
1
Terima kasih 😀🙏🏻

Silahkan diskusikan kepada kami tentang budidaya ikan, kolam terpal dan perlengkapan perikanan budidaya lainnya. Kami siap membantu anda 😊😊

Oh iya, Kami hari ini sedang ada promo pelatihan budidaya online hanya 100ribuan berisi 60 video tutorial. 👍