Penyakit Lele dan Cara Mengatasinya

Dalam artikel ini kami ingin membahas tentang jenis Penyakit Lele dan Cara Mengatasinya. Dalam usaha budidaya lele serangan penyakit tidak pernah luput mengganggu para pembudidaya malahan jika terlambat ditangani serangan penyakit ini sanggup menyebabkan kegagalan panen atau menurunkan kualitas panen.

Penyakit Lele dan Cara Mengatasinya

Oleh karena itu pembudidaya sebaiknya memperhatikan gejala serangan dan unsur penyebab penyakit agar lele yang dibudiayakan bisa diobati dan ditangani secara tepat dan optimal.

Namun para pembudidaya tidak perlu khawatir karena penyakit pada lele dapat ditekan apabila memperhatikan faktor lingkungan dan memanagemen budidaya sebaik mungkin.

Berikut ini merupakan 9 Penyakit Lele dan Cara Mengatasinya :

  1. Penyakit Cotton Wall Disease

Jenis Penyakit Lele dan Cara Mengatasinya yang pertama adalah penyakit Cotton Wall Disease. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Flexibacter columnaris. Kuman ini menyerang organ dalam insang.

Gejala Yang ditimbulkan meliputi:

  •  Gerakan ikan menjadi lambat
  • Ikan biasanya mengambang di permukaan air
  • Komponen tubuh lecet dan dipenuhi luka-luka
  • Serta nampak kerusakan parah pada insang

Unsur Penyebabnya:

  • Temperatur air yang terlalu tinggi atau tidak stabil
  • Pemberian pakan yang berlebihan sehingga terjadi penumpukan pakan di dasar kolam

Pencegahan

  • Jaga Temperatur air agar konsisten berada pada kisaran 27 – 28 Derajat C dengan memberikan penutup dari batang kelapa sebagai peneduh.
  • Sebaiknya pemberian pakan lebih teratur dan terstruktur.

Pemberian pakan pelet pada ikan lele dianjurkan untuk direndam dalam dengan air hangat terlebih dahulu kemudian di angin-anginkan sebelum ditebar ke kolam.

Pelet yang kurang lembut sering kali menjadi penyebab perut ikan kekenyangan dan luka pada usus yang dapat menimbulkan kematian pada bibit.

 

2. Penyakit Akibat Jamur atau Cendawan Saprolegnia

Jamur ini menyerang terhadap bibit yang kualitasnya lemah dan berada melekat pada tubuh ikan.

Gejala Serangan

Ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas pada daerah luka. Jamur ini menyerang hampir segala bagian tubuh seperti, bagian kepala, tutup insang, sirip, dan ekor.

Unsur Penyebab

  • Bibit yang kualitasnya buruk
  • Kondisi air yang tidak baik

Cara Mengatasinya

  • Bibit dan ikan dewasa perlu direndam pada larutan Malachte Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit.
  • Jaga kualias air, sebab kualitas yang buruk mempercepat penyebaran penyakit.

 

3. Serangan Akibat Bakteri Aeromonas hydrophila dan Peseudoonas hydrophilia

Pengaruh dari bakteri ini warna tubuh ikan berubah menjadi gelap dan ikan akan terlihat megap-megap pada permukaan kolam.

Gejala serangan

  • Bakteri ini menyebabkan perut ikan menjadi gembung berisi cairan getah bening, bagian sekujur tubuh ikan penuh dengan luka-luka dan terdapat pembengkakan pada pangkal sirip ikan.

Unsur Penyebab

  • Pemberian pakan yang berlebihan sehingga terjadi penumpukan pakan di dasar kolam.
  • Mutu dan temperatur air yang tidak terjaga

Pencegahan

  • Jaga Suhu air supaya tetap berada pada kisaran 27 – 28 Derajat C dengan memberikan penutup dari batang kelapa sebagai peneduh atau bisa memasukkan arang kedalam kolam.
  •  Sebaiknya pemberian pakan lebih teratur dan terprogram . Pemberian pakan jangan berlebihan sesuaikan dengan takarannya.

 

4. Penyakit Cacing Trematoda Yang Diakibatkan Cacing Gryodactylus dan Dacotylogyrus

Cacing dactotylogyrus menyerang insang sedangkan cacing gryodactlus menyerang kulit dan sirip ikan.

Gejala Serangan

Ikan yang terserang cacing ini mengakibatkan insang menjadi luka-luka akibatnya timbul pendarahan dan menyebabkan pernafasan menjadi terganggu.

Unsur Penyebab

  • Kualitas dan sumber air yang buruk.
  • Sisa-sisa kotoran ikan yang menumpuk

Pencegahan

  • Sumber air perlu diperbaiki jangan memakai air pH terlalu tinggi atau air PAM dan hujan.
  • Perlu menambahkan probiotik untuk memakan sisa kotoran ikan supaya tidak menjadi penyebab penyakit.
  • Pertahankan temperatur air tetap stabil.

 

5. Penyakit Bintik Putih Atau White Spot Yang Disebabkan Oleh Protozoa Lchthyphyhirius multifillis.

Jenis Penyakit Lele dan Cara Mengatasinya selanjutnya adalah penyakit bintik putih. Protozoa L. multifillis lazimnya menyerang benih ikan lele tetapi tidak tertutup kemungkinan menyerang ikan dewasa.

Protozoa ini menyerang bagian permukaan kulit ikan, sehingga sering kali kita lihat lele seperti menggosokan kulitnya ke dinding atau ke dasar kolam.

Unsur Penyebab

  • Mutu air yang buruk
  • Suhu air yang terlalu dingin
  • Padat tebar yang berlebihan

Pencegahan

  • Jaga Mutu air dan pertahankan suhu pada kisaran 27-28 derajat C.
  • Sesuaikan padat tebar jangan berlebihan.
  • Lakukan pensortiran tepat waktu jangan menunda-nunda agar protozoa tidak berkembang.

 

6. Penyakit Tuberculosis Yang DIsebabkan oleh Bakteri Mycobacterium fortoitum.

Bakteri ini menyerang pada komponen organ dalam ikan seperti ginjal, hati dan limpah.

Gejala Serangan

  • Tubuh ikan berubah menjadi gelap
  • Bagian perut membengkak
  • Terdapat bintik putih disekitar permukaan mulut dan sirip
  • Ikan berenang miring dan tak beraturan

Faktor Penyebab

  • Kualitas air yang buruk
  • Temperatur air dan iklim yang tak stabil

Pencegahan

  • Ikan perlu diberikan vaksin supaya tahan kepada serangan penyakit.
  • Sumber air mesti berkualitas. Gunakan air dengan pH 7.
  • Pertahankan suhu air disekitar 27 – 28 derajat celcius.

 

7. Penyakit Channel Catfish Virus (CCV)

Penyakit ini tergolong ke dalam virus herpes

Gejala Serangan

  • Ikan yang terserang penyakit virus CCV ini akan tampak lemas, berenang tak beraturan mengitari kolam, sering kali tampak mengambang tegak vertikal pada permukaan kolam.
  • Terdapat pendarahan di bagian perut dan sirip.
  • Terdapat bintik-bintik merah disekitar komponen bawah perut.
  • Komponen perut membengkak
  • Bola mata pada ikan tampak keluar
  • Terjadi pendarahan pada otot dan sirip
  • Ikan yang terserang virus CCV ini akan kehilangan nafsu makan.

Faktor Penyebab

  • Padat tebar berlebihan
  • Kualitas air yang kurang baik dengan pH dibawah normal pH< 6
  • Suhu dan iklim yang tak stabil

Pencegahan

  • Penebaran benih pada kolam perlu disesuaikan dengan ukuran kolam.
  • Kualitas air perlu diperhatikan, usahakan pH konsisten.
  • Pemberian pakan yang tak berlebihan dan kualitas pakan yang baik.

 

8. Pecah Usus Reptured Intestine Syndrom (RIS)

Penyakit ini diakibatkan oleh pemberian pakan yang berlebihan sehingga mengakibatkan usus bagian tengah atau belakang pada ikan pecah. Seperti yang kita ketahui ikan lele merupakan ikan yang tergolong sangat rakus, apapun makanan yang ada akan dimakan hingga tak bersisa.

Untuk Mencegah penyakit ini terjadi perlu adanya managemen pakan yang benar. Pemberian pakan secara teratur dengan takaran yang pas akan mencegah terjadinya penyakit RIS.

9. Penyakit Kuning atau Jaundice

Penyebab penyakit ini dikarenakan oleh nutrisi pakan yang buruk. Salah satunya ialah pakan yang kadaluarsa atau pakan yang disimpan dengan kondisi lembab.

Sebagian pengalaman para pembudidaya mengatakan penyakit ini juga bisa terjadi akibat pemberian jeroan dan ikan rucah-rucah secara berlebihan dan terus menerus. Oleh sebab itu pakan ikan lele perlu diselang seling untuk menjaga nafsu makan ikan konsisten dan terkontrol.

Sekian artikel mengenai Penyakit Lele dan Cara Mengatasinya

Smoga bermanfaat 🙂

Nilai Kualitas Konten

About mugi nugroho

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Penyakit Lele Kolam Terpal Apa saja?

Halo sahabat sangkuti Kembali lagi bersama mimin yang akan memberikan pengetahuan baru, kali ini mimin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Chat Kami
1
Terima kasih 😀🙏🏻

Silahkan diskusikan kepada kami tentang budidaya ikan, kolam terpal dan perlengkapan perikanan budidaya lainnya. Kami siap membantu anda 😊😊

Oh iya, Kami hari ini sedang ada promo pelatihan budidaya online hanya 100ribuan berisi 60 video tutorial. 👍