Pemijahan Ikan Nila Jenis-Jenisnya

Ikan nila dengan nama latin Oreochromis niloticus merupakan ikan air tawar yang banyak di budidayakan, kegiatan budidaya ikan nila pada segmentasi pembenihan terdiri dari beberapa tahapan salah satunya yaitu pemijahan ikan nila. Produksi ikan nila menempati posisi pertama tertinggi selama beberapa tahun kebelakangan. Angka permintaan akan ikan nila baik pada pasar lokal maupun pada pasar internasional juga selalu meningkat, hal ini dapat terjadi karena rasa ikan nila yang gurih dan dagingnya yang kompak, serta harga jual yang tidak terlalu tinggi. Harga jual yang tidak terlalu tinggi membuat siapa saja dapat mengkonsumsi ikan nila. 

pemijahan ikan nila

Dalam melakukan kegiatan budidaya ikan nila, terdapat tiga jenis segmentasi yaitu pembenihan (kegiatannya meliputi persiapan calon induk, seleksi induk, pemijahan, penetasan telur, serta pemeliharaan larva), segmentasi yang kedua yaitu pendederan pada segmentasi pendederan kegiatan di fokuskan pada proses pemeliharaan larva hingga menjadi benih siap tebar pada segmentasi pembesaran, segmentasi pembesaran merupakan segmentasi terakhir dalam kegiatan budidaya ikan nila dimana kegiatannya meliputi pembesaran benih hingga mencapai ukuran siap konsumsi (250 – 1000 gram). Sebelum melakukan proses pemijahan ikan nila, kita terlebih daulu harus melakukan kegitan persiapan induk dan seleksi induk.

Ikan nila dengan nama latin Oreochromis niloticus merupakan ikan air tawar yang banyak di budidayakan, kegiatan budidaya ikan nila pada segmentasi pembenihan terdiri dari beberapa tahapan salah satunya yaitu pemijahan ikan nila. Produksi ikan nila menempati posisi pertama tertinggi selama beberapa tahun kebelakangan. Angka permintaan akan ikan nila baik pada pasar lokal maupun pada pasar internasional juga selalu meningkat, hal ini dapat terjadi karena rasa ikan nila yang gurih dan dagingnya yang kompak, serta harga jual yang tidak terlalu tinggi. Harga jual yang tidak terlalu tinggi membuat siapa saja dapat mengkonsumsi ikan nila. 

Dalam melakukan kegiatan budidaya ikan nila, terdapat tiga jenis segmentasi yaitu pembenihan (kegiatannya meliputi persiapan calon induk, seleksi induk, pemijahan, penetasan telur, serta pemeliharaan larva), segmentasi yang kedua yaitu pendederan pada segmentasi pendederan kegiatan di fokuskan pada proses pemeliharaan larva hingga menjadi benih siap tebar pada segmentasi pembesaran, segmentasi pembesaran merupakan segmentasi terakhir dalam kegiatan budidaya ikan nila dimana kegiatannya meliputi pembesaran benih hingga mencapai ukuran siap konsumsi (250 – 1000 gram). Sebelum melakukan proses pemijahan ikan nila, kita terlebih daulu harus melakukan kegitan persiapan induk dan seleksi induk.

  • Persiapan calon induk

Dalam melakukan proses persiapan calon induk ikan nila segala jenis kebutuhan dalam budidaya seperti pakan, air bersih, wadah budidaya sudah dipastikan sesuai dengan kebutuhan ikan nila. Ikan nila yang di persiapkan sebagai calon induk sebaiknya diberi pakan dengan kualitas terbaik, hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pematangan gonad pada ikan nila yang nantinya akan dijadikan sebagi induk ikan nila.

  • Seleksi Induk

Pada tahap seleksi induk, induk ikan nila yang digunakan harus memiliki spesifikasi diantaranya memiliki tubuh yang tidak terdapat luka, berenang dengan baik, merespon rangsangan dengan baik, memiliki tingkat nafsu makan yang tinggi, merupakan ikan yang di hasilkan oleh induk yang berkualitas. Kualitas induk akan menentukan kualitas benih yang dihasilakan serta keberhasilan proses pemijahan pada ikan nila. 

Ciri-ciri induk siap pijah :

Induk betina:

  1. Memliki 3 buah lubang pada urogenetial (lubang dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urin)
  2. kemerah-merahan pucat tidak jelas pada bagian ujung sirip
  3. Telah berumur lebih dari 6 bulan
  4. Memiliki tubuh dengan bobot lebih dari 250 gr dan panjang lebiih dari 22 cm
  5. Fekunditas per pemijahan mencapai lebih dari 1000 dengan diameter telur lebih dari 2,5 mm
  6. Produksi larva selama periode pemijahan lebih dari 750 ekor
  7. Perut berwarna lebih putih jika di bandingkan jantan
  8. Tidak mengeluarkan cairan saat distripping

Induk Jantan :

  1. Memiliki 2 buah lubang urogenital yang terdiri dari lubang anus dan lubang sperma merangkap lubang urin
  2. Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas
  3. Perut berwarna kehitaman atau lebi gelap dari betina
  4. Warna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan
  5. Saat dilakukan proses stripping akan mengeluarkan cairan
  6. Memiliki bobot rubuh minimal 250 gr
  7. Panjang tubuh minimal 25 cm
  8. Umur minimal induk jantan yaitu 6 bulan

Proses pemijahan ikan nila biasanya dilakukan secara alami. Sebelum melakukan proses pemijahan ikan nila pastikan wadah yang digunakan untuk pemeliharaan induk, wadah pemijahan dan penetasan telur telah siap. Langkah pemijahan induk ikan nila secara alami :

  1. Masukan induk jantan dan induk betina dalam satu wadah pemijahan yang sama, pastikan luasan kolamsesuai dengan padat tebarnya. Kolam bulat dengan diameter 12 meter dapat menampung sekitar 70 – 80 ekor induk ikan nila. Rasio antara induk jantan dan induk betina yaitu 3 : 1 atau 4 : 1 (dapat disesuaikan dengan ukuran masing – masing induk ikan nila)
  2. Biasanya pemijahan akan berlangsung pada malam hari. Induk ikan nila jantan akan menyemprotkan spremanya ke telur – telur yang dihasilkan oleh induk betina. Selanjutnya telur – telur yang telah berhasil dibuahi akan berwarna kuning keemas an. Induk betina kemudian akan mengerami telurnya di dalam mulutnya. Proses ini dinamkan moutbreeding. Induk jantan akan berjaga di sekitar induk betina, guna melindungi telur – telur tersebut. Setelah 10 – 14 hari telur – telur tersebut akan menetas menjadi larva, larva akan di keluarkan dengan sendirinya oleh induk betina.

Pemijahan ikan nila yang dilakukan secara buatan dapat dengan langkah – langkah berikut:

  1. Lakukan stripping pada bagian perut induk ikan nila betina untuk mengeluarkan telur – telurnya
  2. Sebelum di lakukan proses stripping terlebih dahulu bersihkan bagian utogenital dari induk ikan nila untuk mencegah adanya kontaminasi dan interaksi antara telur dengan air
  3. Letakan telur – telur tersebut dalam wadah, massa simpan telur di dalam lemari es tidak lebih dari 6 jam
  4. Induk betina yang telah di stripping kemudian dapat di kembalikan ke dalam wadah pemeliharaan induk
  5. Lakukan proses stripping terhadap induk jantan
  6. Masukan sperma kedalam wadah steril yang terhindar dari kontaminasi dengan air dan juga zat lainnya
  7. Masukan sperma kedalam wadah yang telah berisi sel telur tadi
  8. Lakukan proses pengadukan antara sel sperma dan sel telur dengan menggunakan bulu ayam hingga tercampur merata
  9. Setelah tercampur merata, masukkan campuran sperma dan sel telur tersebut kedalam wadah penetasan telur (beritambahan ijuk/kakaban sebagai tempat penetasan telur)
  10. Proses penetasan akan berlangsung selama 24-30 jam.

Demikian yang dapat disampaikan mengenai pemijahan ikan nila. Semoga bermanfaat!

Baca Juga: Konstruksi Keramba Jaring Apung Air Tawar

Nilai Kualitas Konten

About raniaudona

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Budidaya Ikan Nila Modern Dengan Sistem RAS

Sistem RAS atau Recirulating Aquaculture System merupakan salah satu jenis teknologi yang mampu diaplikasikan pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
Chat Kami
1
Terima kasih 😀🙏🏻

Silahkan diskusikan kepada kami tentang budidaya ikan, kolam terpal dan perlengkapan perikanan budidaya lainnya. Kami siap membantu anda 😊😊

Oh iya, Kami hari ini sedang ada promo pelatihan budidaya online hanya 100ribuan berisi 60 video tutorial. 👍