Tuesday , 10 December 2019

Mortalitas Dan Survival Rate Dalam Budidaya Lele No ratings yet.

Mortalitas dan Survival Rate dalam budidaya lele penting untuk diperhatikan. Mortalitas adalah sejumlah individu yang hilang atau mati selama satu interval waktu tertentu. Dalam dunia perikanan mortalitas dibedakan menjadi dua yakni mortalitas penangkapan (F) dan mortalitas alami (M). Mortalitas alami adalah mortalitas yang disebabkan oleh faktor selain dari penangkapan seperti kanibalisme, temperatur yang tidak stabil, predator, stress pada waktu pemijahan, kandungan amoniak yang tinggi, kelaparan dan usia yang tua. Spesies yang sama umumnya memiliki kemampuan yang berbeda-beda, dan tergantung pada predator dan kompetitor yang mempengaruhinya. Mortalitas alami yang tinggi diperoleh pada suatu organisme yang memiliki nilai koefisien Iaju pertumbuhan yang tinggi atau sebaliknya.


Mortalitas alami yang rendah akan didapat pada suatu organisme yang memiliki poin koefesien laju pertumbuhan yang rendah. Sedangkan mortalitas akibat penangkapan adalah kemungkinan ikan yang mati disebabkan penangkapan selama periode waktu tertentu. Dimana seluruh elemen penyebab kematian ini berimbas terhadap populasi. Mortalitas diterangkan dalam satuan persen (%). Kematian natural merupakan ukuran yang tidak bisa dikontrol dan diamati secara langsung, maka yang perlu dikontrol ialah faktor yang terkait langsung dengan mortalitas penangkapan.

mortalitas dan survival rate dalam budidaya lele

Ikan yang memiliki mortalitas tinggi adalah ikan yang memiliki siklus hidup yang pendek, dalam populasi tersebut hanya terdapat sedikit variasi usia dan pergantian stok yang berjalan relatif cepat dan serta memiliki produksi yang lebih tinggi. Ada 2 pendekatan yang biasanya untuk menghitung mortalitas. Salah satunya ialah memastikan jumlah populasi yang akan dipanen sebagai bahan evaluasi jumlah. Untuk menghitung mortalitas yakni dengan cara jumlah ikan yang mati selama satu periode : jumlah penebaran benih ikan x 100%.

mortalitas dan survival rate dalam budidaya lele

Survival Rate (SR) yaitu tingkat kelangsungan hidup ikan dalam suatu aktivitas budidaya dari mulai awal ikan ditebar hingga ikan dipanen. SR meliputi unsur biotik maupun abiotik yang mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup ikan. Unsur biotik meliputi parasit, predator, kompetitor, usia, kepadatan populasi, penanganan manusia maupun kemampuan untuk beradptasi. Unsur abiotik meliputi sifat fisika dan sifat kimia dari suatu lingkungan air. Sama seperti satuan mortalitas, satuan dari Survival Rate dalam bentuk persen (%). Cara menghitung Survival Rate yakni dengan cara jumlah ikan yang hidup : jumlah penebaran awal ikan x 100%.

Demikian ulasan singkat mengenai Mortalitas dan Survival Rate dalam budidaya lele, semoga bermanfaat.

Bagi anda yang ingin belajar budidaya lele secara cepat dan baik, segera kunjungi pelatihan budidaya lele Abah Nasrudin.

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

Nilai Kualitas Konten

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Cara Ternak Lele Yang Baik dan Benar

Budidaya atau ternak ikan lele adalah salah satu kesempatan bisnis menguntungkan yang dapat Anda manfaatkan. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!