Wednesday , 12 December 2018

Memulai Usaha Budidaya Lele

Memulai Usaha Budidaya Lele

 

Memiliki dan memulai usaha budidaya lele bisa menjadi sebuah solusi dalam menambah pundi-pundi penghasilan Anda, atau bahkan bisa saja menjadi sumber penghasilan utama Anda. Ikan lele telah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota besar, sebagai contoh banyaknya menu yang menggunakan ikan lele di warung makan atau restoran.

memulai usaha budidaya lele

Tulisan ini akan membahas bagimana langkah yang harus Anda siapkan untuk memulai usaha budidaya lele. 5 Langkah Memulai Usaha Budidaya Lele

Tentukan Skala Usaha Anda: Usaha kecil/coba-coba; usaha menengah; atau skala besar

  • Pelajari jenis/segmen usaha lele. Jenis/segmen usaha lele terbagi atas: Pembibitan & Indukan; Pendederan; Pembesaran; Pengepul/Distributor; Makanan Siap Saji. Masing-masing usaha ini membutuhkan besaran modal dan luasan tanah minimal yang berbeda. Pelajari dan pahami dengan mendatangi usaha-usaha budidaya lele yang ada di sekitar Anda. Meskipun begitu, terkadang setiap pembudidaya memiliki tanggapan berbeda tentang berapa angka minimal untuk permodalan. Namun sebagai gambaran, menurut hitungan kami, untuk usaha kelas kecil pada pembesaran lele, tanah yang dibutuhkan minimal 12 meter persegi dengan permodalan uang sekitar 5 juta. Untuk usaha pembibitan, minimal dibutuhkan luasan tanah sekitar 150 meter persegi dengan permodalan uang sebesar 50 juta.
  • Pahami dengan baik dan benar tentang Tata Kelola Air yang akan Anda gunakan nantinya. Apakah budidaya lele Anda memakai  sistem yang membutuhkan aerator, atau hanya menggunakan air sungai? Apakah air yang akan Anda gunakan adalah air mengalir atau air tenang. Sebagai gambaran, terdapat sekitar 7  pilihan cara kelola air yang digunakan oleh para pembudidaya lele di Indonesia. Apakah bioflok? Apakah RWS? Apakah GWS? Pelajari mana yang paling sesuai dengan lokasi dan kemampuan Anda dalam menerapkannya. Alangkah baiknya Anda tidak memaksakan sebuah sistem tata kelola air kolam, hanya karena Anda ingin cepat untung, namun infrastrusktur Anda tidak tepat.
  • Pelajari prinsip dasar memelihara ikan lele. Berapa pH air yang tepat, makanan apa yang sesuai untuk lele, bagaimana siklus hidup lele, dan segala hal mendasar tentang ikan lele.

Tentukan Langkah Pemasaran Anda: Tradisional? Modern? Digital? Borongan?

  • Katakan jika Anda memilih untuk memulai usaha budidaya lele pada segmen pembesaran, maka pastikan Anda tahu kemana Anda akan menjual atau menawarkan produk Anda. Anda bisa menjualnya ke restoran yang menjadikan lele sebagai menu mereka; atau Anda mempunyai pilihan untuk menjualnya ke segmen usaha pengepul/pengumpul lele. Pastikan Anda memiliki banyak alternatif target market/calon pembeli lele Anda. Tak ada salahnya juga jika Anda mempelajari saran-saran mengenai cara pemasaran atau cara menjual sebuah produk.
  • Pastikan Anda memiliki besaran/jumlah produk yang bisa Anda kontrol. Ikan adalah makhluk hidup yang secara produk masuk ke kategori beresiko tinggi. Pastikan Anda dapat menekan resiko sekecil-kecilnya dalam setiap proses pembudidayaan lele Anda.

Buat Rancangan Keuangan dengan TELITI, SANGAT TELITI.

 
  • Tulislah semua kebutuhan dalam memulai usaha budidaya lele Anda. Buatlah sebuah daftar yang memuat semua barang yang akan dibutuhkan. Berapa meter terpal yang Anda butuhkan? Berapa banyak jumlah pakan dalam satu siklus usaha Anda? Pompa celup? Ember sortir? Ember penampung? Jaring? Sikat? Paku? Semakin detil dan teliti Anda dalam merancangnya, semakin efektif permodalan yang akan Anda gunakan.
  • Buat sebuah rancangan budidaya, rancangan penjualan dan target keuntungan yang akan Anda dapat nantinya. Jika sudah dapat angka perkiraan keuntungannya, maka kurangi angka tersebut sebesar 50%. Lalu pertimbangkan apakah jika resiko terjadi dan  keuntungan yang Anda akan dapatkan hanyalah setengah dari target, apakah Anda masih bisa melanjutkan siklus berikutnya. Apabila tidak, maka Anda harus berpikir ulang mengenai rancangan keuangan Anda.
  • Mulailah bergaya hidup yang sesuai dengan usaha yang Anda akan jalani. Umumnya petani/pembudidaya mendapatkan uang ketika musim panen dan membelanjakannya ketika panen sudah terjual, maka bergaya hiduplah yang sesuai dengan pola tersebut. Hiduplah dengan cermat dan hemat.

Lokasi Menentukan Prestasi.

  • Sebelum memulai usaha budidaya lele, pastikan lokasi farm/kolam Anda layak dan bisa dijadikan sebagai usaha budidaya lele. Pastikan Anda meminta izin dari pihak yang berwenang di area Anda. Mengapa? Di beberapa wilayah yang padat penduduk, usaha lele pembesaran yang tidak terkontrol bau/polusinya akan mengganggu warga sekitar.
  • Semakin dekat lokasi Anda dengan target pasar, maka akan semakin baik. Namun, meskipun dekat dengan pasar, pastikan juga ketersediaan dan kelayakan sumber air di lokasi tersebut.
  • Cek ketersediaan pakan dan obat-obatan atau hal-hal yang dibutuhkan dalam operasional usaha Anda. Apakah dekat dengan penjual pakan? Apakah ada penjual alat-alat atau bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi Anda?

Pelajari Resiko Budidaya Lele: Penyakit, ciri-ciri lele sakit, cara penanggulangan, apa saja vaksin/obat yang dibutuhkan.

  • Pelajari tentang Aeromonas, ini adalah salah satu penyakit yang paling meresahkan setiap pembudidaya lele.
  • Sebelum Anda memulai usaha budidaya lele, pastikan Anda tahu apa saja treatment/penanganan yang tepat untuk setiap penyakit lele.
  • Pastikan lokasi Anda bebas dari resiko hama, penyakit ataupun apapun yang dapat membahayakan kelangsungan usaha budidaya lele Anda.

 

Sekian saran dari kami tentang bagaimana memulai usaha budidaya lele.

Video tentang gambaran usaha kami di Segmen Pembibitan Lele.


Semoga sukses dan HAPPY FARMING…..

.

.

 

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Budidaya Ikan Sistem Polikultur

Dalam kesempatan ini kami ingin membahas Budidaya Ikan Sistem Polikultur. Pada awal perkembangannya, metode budidaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!