Makanan Bibit Lele, Apa Saja?

Halo halo sahabat sangkuti saatnya kita mengenali apa saja kira kira makanan bibit lele, yuk kita pelajari bersama-sama sahabat sangkuti. Pakan atau yang kerap disebut sebagai makanan bibit lele merupakan faktor penyusun proses budidaya. Pakan menghabiskan lebih dari 70% biaya produksi budidaya ikan lele. Pengetahuan mengenai kebutuhan nutrient antar masing – masing stadia selama proses budidaya sangat di butuhkan untuk mencegah terjadinya ketidak efektifan penggunaan pakan.

makanan bibit lele apa saja?

Makanan bibit lele dapat berupa pakan alami maupun pakan buatan. Berikut merupakan beberapa jenis pakan alami beserta keunggulannya :

  1. Fitoplankton

Fitoplankton merupakan suati produsen primer pada rantai makanan dan menempati posisi paling dasar dari jaring-jaring makanan. Fitoplankton sering disamakan dengan tanaman yang berada di darat. Hal ini disebabkan fitoplankton tumbuh dan memperoleh makananya dengan cara melakukan fotosintesis. Fitoplankton juga memiliki klorofil sehingga mampu menyerap cahaya matahari. Hasil dari fotosintesis fitoplankton berupa bahan organik kemudian akan dimanfaatkan oleh zooplankton, larva ikan, maupun organisme lainnya sebagai sumber makanan alami. Selain digunakans ebagai pakan alami fitoplankton dapat digunakan sebagai salah satu bioindikator untuk mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi di suatu perairan. Tingkat pencemaran dapat ditentukan berdasarkan hasil yang diperoleh pada indeks saprobitas melalui analisis komposisi dan kelimpahan fitoplankton. Jenis fitoplankton yang banyak di jumpai dan digunakan sebagai makanan bibit lele yaitu :

  1. Chlorella sp.

Chlorella sp. merupakan salah satu jenis fitoplankton atau mikroalaga yang kaya akan nutrisi sehingga mampu meningkatkan proses pertumbuhan pada zooplankton maupun bibit ikan. Waena hijau cerah dengan kandungan protein sebesar 51–58% menjadi ciri khas dari fitoplanktpn jenis Chlorella sp., kandungan minyak dalam Chlorella sp. sebesar 28-32%, karbohidrat 12-17%, lemak 14-22%, dan asam nukleat 4-5%. Hal ini sangat membantu proses pertumbuhan pada ikan, laju pertumbuhan ikan yang cepat berbanding lurus dengan waktu panen dan produktivitas kegiatan produksi larva ikan. Beberapa jenis spesies dari Chlorella sp. yaitu,

  • Chlorella autotrophica
  • Chlorella coloniales
  • Chlorella lewinii
  • Chlorella minutissima
  • Chlorella pituita
  • Chlorella pulchelloides
  • Chlorella pyrenoidosa
  • Chlorella rotunda
  • Chlorella singularis
  • Chlorella sorokiniana
  • Chlorella variabilis
  • Chlorella volutis
  • Chlorella vulgaris
  • Spirulina sp.

Keunikan dari fitoplankton jenis Spirulina sp. yaitu memiliki bentuk berupa silindris atau membentuk spiral yang tersusun atas rangkaian benang – benang, memiliki dinding sel yang tipis dengan diameter 1 – 12 mikron. Spirulina sp. memiliki kandungan nutrient yang sangat tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan zooplanktpn dan ikan. Spirulina sp. mengandung 55-70% yang tersusun atas asam amino essensial, metionin sebesar 1,3 -2,75%, sistin 0,5-0,7%, triptofan 1-1,95% serta lisin 2,6-4,63%. Spirulina sp. memiliki warna hijau yang pekat. Spirulina sp. dapat di budidayakan baik pada media bersalinitas maupun pada media non salinitas (air tawar). Beberapa spesies Spirulina sp. yaitu,

  • Spirulina abbreviata
  • Spirulina agilis
  • Spirulina agilissima
  • Spirulina albida
  • Spirulina ardissoni
  • Spirulina baltica
  • Spirulina bayannurensis
  • Spirulina breviarticulata
  • Spirulina cabrerae
  • Spirulina caldaria
  • Spirulina cavanillesiana
  • Spirulina condensata
  • Spirulina corakiana
  • Spirulina flavovirens
  • Zooplankton

Zooplankton merupakan jenis plankton yang dapat berenang dan bergerak mengikuti arus dan Gerakan air yang terdapat di media budidaya. Zooplankton merupakan konsumen tingkat pertama yang memanfaatkan fitoplankton sebagai makanannya. Zooplankton juga dapat dijadikan sebagai pakan larva ikan air tawar maupun ikan air laut baik ikan lele, ikan nila, bawal, mas, hingga ikan air laut seperti kerapu, kobia, dan bawal bintang. Di Indonesia sendiri budidaya zooplankton telah banyak dilakukan, beberapa jenis zooplankton yang banyak di budidayakan diantaranya yaitu,

a. Daphnia sp.

Daphnia sp, memiliki ukuran tubuh relatif kecil berkisar antara 0,3-1 mm. Kandungan gizi yang terdapat pada Daphnia sp. yaitu protein 4%, lemak 0,54%, karbohidrat 0,67% dan abu 0,15%. Daphnia sp. merupakan jenis custacea yang hidup secara bergerombol di perairan. Umumnya Daphnia sp. digunakan sebagai pakan untuk larva ikan air tawar. 

b. Moina sp.

Budidaya Moina sp. hampir sama dengan Daphnia sp. dibutuhkan fitoplankton yang akan menjadi sumber nutrien pada Moina sp. Proses kultur atau budidaya Moina sp. dilakukan dalam kurun waktu 3 – 4 hari. Setelah 3 – 4 hari dapat dilakukan pemanenan dan pemberian langsung pada larva ikan. Moina sp. termasuk kedalam jenis udang – udangan dalam kelas crustacea. Moina sp. memiliki tubuh yang berukuran sangat kecil yaitu hanya berkisar 500 – 1.000 µm. Moina sp. yang sehat akan aktif bergerak dan berwarna coklat kemerahan. Moina bersifat fototaksis positif atau peka terhadap rangsangan cahaya. Moina sp. termasuk kedalam filter feeder atau memperoleh makanan dengan cara menyaring zat terlarut yang ada di dalam perairan.

  •  Infusoria

Infusoria merupakan salah satu pakan alami yang termasuk ke dalam subkelas ciliata berupa  kelompok hewan bersel satu yang memiliki bulu getar atau silia. Ciri umum infusoria yaitu memiliki ukuran yang bervariasi berkisar 25-300 micron. Infusoria umumnya hidup di air tawar. Infusoria banyak ditemukan di air yang mengandung bahan organik seperti air kolam yang berwarna hijau. Pakan Infusoria yaitu ganggang renik, ragi dan bahan organik lainya. Proses budidaya infusoria berlangsung selama 3-4 hari, setelah 4 hari masa pemeliharaan infusoria dapat langsung diberikan sebagai makanan bibit lele.

  • Jenis pakan alami hewani lain

a. Cacing sutra

Cacing sutra memiliki kandungan nutrisi berupa protein 59%, lemak 9%, dan serat 0,01% sehingga sangat cocok digunakan sebagai makanan bibit lele. Tingginya kandungan protein pada cacing sutra menjadikan cacing sutra sebagai pakan alami andalan untuk pertumbuhan ikan. Cacing sutra hidup subur di daerah tropis tepatnya pada dasar perairan seperti danau, sungai dan saluran pembuangan yang berair jernih.

  1. Pakan buatan (Serbuk)

Pakan buatan yang digunakan sebagai makanan bibit lele haruslah sesuai dengan kebutuhan protein bibit ikan lele dengan kisaran protein mencapai 42%. Pakan buatan dengan bentuk serbuk diberikan pada bibit ikan lele menyesuaikan bukaan mulutnya.

Itulah makanan bibit ikan lele yang bisa diaplikasikan pada usaha pembenihan lele miliki sahabt sangkuti farm dirumah !

Baca Juga: Fitoplankton Makanan Kutu Air

Nilai Kualitas Konten

About raniaudona

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Moina sp dan Susu Bubuk

Halo sahabat sangkuti mimin mau tanya nih apakah sahabat sangkuti sudah mengenal hubungan antara Moina …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
Chat Kami
1
Terima kasih 😀🙏🏻

Silahkan diskusikan kepada kami tentang budidaya ikan, kolam terpal dan perlengkapan perikanan budidaya lainnya. Kami siap membantu anda 😊😊

Oh iya, Kami hari ini sedang ada promo pelatihan budidaya online hanya 100ribuan berisi 60 video tutorial. 👍