Kesalahan Fatal Dalam Budidaya Lele

Dalam artikel kami membahas Kesalahan Fatal Dalam Budidaya Lele. Biasanya, pembudidaya pemula menjadikan kegiatan budidaya sebagai kekuatan utama untuk menghitung keuntungan. Seandainya itu yang diciptakan sebagai patokan, dapat dipastikan usaha tersebut merugi atau paling tidak break event point. Sebagai contoh di komponen pakan, pemula berpendapat bahwa pakan yang murah akan menguntungkan bagi mereka alias meringankan biaya pakan. Padahal pakan yang murah biasanya berbanding lurus dengan kualitasnya yang juga rendah.

 

Kesalahan Fatal Dalam Budidaya Lele

Kesalahan ini akan nampak saat panen tiba. Berat lele yang dihasilkan tak lebih berat dari berat lele yang mengkonsumsi pakan standar. Lele pun cenderung rentan kepada penyakit sebab kekuatan daya tahan tubuhnya tak sebaik lele yang diberikan pakan bernutrisi layak seperti biasanya.

Berikut Kesalahan Fatal Dalam Budidaya Lele

 
  • Sortir yang tak ideal memperlambat pertumbuhan
    Kerja penyortiran membuat lele stres. Kondisi ini memengaruhi laju pertumbuhan lele karena nutrisi bagi pertumbuhan diterapkan untuk pemulihan stres. Pakan yang diberikan tak berimbas apa pun bagi bobot lele. Selain itu, ikan butuh waktu minimum dua hari supaya pulih dari stres. Otomatis masa budidaya akan lebih panjang maka kebutuhan pakan pun akan bertambah. Tentu secara ekonomi hal ini tak efisien.
  • Memberi makan pada saat hujan
    Hujan juga menyebabkan fluktuasi suhu air berlangsung pesat dan air kolam menjadi asam. Akibatnya, ikan stres dan sakit. Memberi makan dikala hujan sama efeknya seperti pada kesalahan sirkulasi air yang deras. Kalaupun wajib dikasih makan, berikan sekadarnya. Tidak wajib hingga ikan kekenyangan.
  • Salah dalam penyimpanan pakan
    Kekeliruan penyimpanan menyebabkan pakan cepat rusak dan rentan ditumbuhi jamur, meskipun secara kasat mata daya kerja pakan masih terlihat baik. Jamur menyebabkan pakan mengandung aflatoksin tinggi dan merusak kandungan gizi pakan. Seandainya dikonsumsi, fungsi liver lele akan terganggu. Kematian lele pun telah menunggu di depan mata.

 

Hal penting supaya untung

  • Pengaplikasian suplemen pakan dan air
    Pengaplikasian suplemen pakan dan air akan mempercepat pertumbuhan lele dan meningkatkan energi bagi tubuh ikan sehingga tak mudah terserang penyakit, sehingga mampu menurunkan angka kematian. Di samping itu, penggunaan suplemen sanggup menurunkan kebutuhan pakan. Dengan demikian penggunaan pakan lebih tepat sasaran dan efisien.
  • Meminimalkan penyortiran
    Meminimalkan penyortiran ialah hal yang sangat penting dalam budidaya sistem padat tebar tinggi. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penyortiran sebetulnya menyebabkan ikan stres dan membutuhkan waktu untuk pemulihan. Akhirnya, masa budidaya lebih panjang dan terjadi pemborosan pakan. Inilah alasan mengapa dalam teknik padat tebar tinggi cuma memberi anjuran satu kali penyortiran, yakni di tengah-tengah masa budidaya.
  • Pemberian probiotik pada pakan dan air
    Aplikasi probiotik pada pakan sangat ampuh untuk menjaga stabilitas pencernaan lele. Dengan cara padat tebar tinggi, lele dipaksa untuk mencerna pakan tanpa henti, mengingat pemberian pakan dilaksanakan dengan interval 3 hingga 4 jam sekali. Sementara itu, penerapan probiotik di air memberikan pengaruh yang signifikan kepada mutu air kolam. Hal ini tidak terlepas dari efek pemberian probiotik pada pakan. Amoniak yang berasal dari lele secara otomatis menurun, sehingga kerja probiotik di air lebih ringan dan memberikan pengaruh yang signifikan.

Sekian artikel mengenai Kesalahan Fatal Dalam Budidaya Lele

Smoga bermanfaat 🙂

 

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Cara Merawat Larva Lele Yang Baru Menetas

Dalam artikel ini kami ingin membahas Cara Merawat Larva Lele Yang Baru Menetas. Telor lele …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!