Jenis – Jenis Kolam Untuk Budidaya Lele

Jenis – Jenis Kolam Untuk Budidaya Lele cukup beragam jenisnya. Bisa berupa kolam tanah, semen, terpal, bak fiber, tangki air, waduk danau, atau kubangan. Bentuknya bisa segi empat, persegi panjang, bulat, lonjong, atau tidak beraturan dengan ukuran besar, sedang, dan kecil. Wadah yang digunakan tergantung kondisi lokasi dan ketersediaan dana. Untuk kemudahan pengontrolan, pemeliharaan. dan panen: sebaiknya wadah jangan terlalu besar karena akan menyulitkan pengelolaannya. Ukuran idealnya sekitar 6-40 mz yang bisa digunakan untuk pemeliharan induk, pemijahan, penetasan, pendederan, dan pembesaran.

 

Ada berbagai macam wadah yang bisa digunakan dalam budi daya lele. Mulai dari drum, fiber, kolam beton,_kolarn tanah, sampai kolam terpal. Semua wadah tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Mempersiapkan Wadah

Wadah yang digunakan dalam budi daya lele yang berbeda-beda membuat persiapannya pun berbeda-beda.

Jenis - Jenis Kolam Untuk Budidaya Lele

1. Persiapan kolam terpal, fiber,atau semen untuk pemijahan dan penetasan

Jenis – Jenis Kolam Untuk Budidaya Leleyang pertama adalah Kolam terpal, fiber, atau semen yang digunakan untuk pemijahan dan penetasan sebaiknya cukup berukuran 2 m x 2 m. Ukuran yang demikian bisa digunakan untuk pemijahan sepasang induk. Untuk pemijahan di atas sepasang dengan perbandingan 1 : 2 atau 2 : 3, sebaiknya ukurannya agak besar, yaitu 2 m x 3 m x 0,6 m. Untuk mencegah induk tidak melompat, permukaan kolam ditutup dengan paranet, seng, asbes, triplek, atau anyaman bambu. Penutupan harus rapat, khususnya bagian pinggir, karena biasanya lele melompat dari pinggir.

Kolam yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran. Untuk membunuh bibit penyakit, bisa menggunakan garam dapur sebanyak 1 genggam/2 m3, lalu biarkan selama Vz hari. Setelah itu, bersihkan kembali, buang airnya, dan ganti air baru. Selanjutnya kolam bisa digunakan untuk pemijahan dan penetasan.

2. Persiapan kolam terpal, semen, fiber, dan tanah untuk pemeliharaan benih/pembesaran

Jenis – Jenis Kolam Untuk Budidaya Lele yang kedua adalah Wadah pemeliharaan benih bisa berupa kolam terpal, semen, fiber, atau kolam tanah. Mempersiapkan kolam tersebut hampir sama dengan persiapan kolam penetasan dan pemijahan, tetapi agak berbeda untuk kolam semen. Mengenai ukuran kolam, tidak ada ukuran standar, yang penting adalah kemudahan pemeliharaannya. Ukuran kolam yang bisa digunakan lebarnya 1-2,5 m dan panjang 3-5 m.

a. Persiapan kolam terpal dan fiber

Beberapa hal yang harus dilakukan pada persiapan kolam terpal dan fiber sebagai berikut.

  • Susutkan air kolam, lalu bersihkan hingga lumut dan kotoran bersih.
  • Bilas hingga kotoran dan bau yang menyengat hilang.
  • lsi air setinggi 35-50 cm, beri antibiotik atau garam dapur 1 genggam/3 m3.
  • Endapkan selama i—2 malam, lalu benih bisa ditebar pada pagi atau sore harinya.

b. Persiapan kolam semen

Kolam semen yang baru dibuat tidak bisa langsung digunakan karena masih mengandung residu semen yang dapat menyebabkan ikan keracunan dan mati. Kolam semen harus dinetralisir dengan cara direndam air sampai penuh selama 1-2 minggu, lalu dimasukkan potongan pelepah pisang. Selain pelepah pisang, bisa juga ) menggunakan kotoran sapi yang telah kering sebanyak 1-2 karung. Pelepah pisang yang busuk atau kotoran sapi mampu menyerap zat beracun yang terkandung di dalam semen. Sebelum digunakan, bersihkan kolam dengan cara membuang air, gedebong pisang, atau kotoran sapi terlebih dahulu. Setelah itu. isi air bersih dengan ketimian 30-50 cm Kolam bisa digunakan.

Bila ingin menumbuhkan pakan alami seperti kutu air, plankton, atau jasad renik lainnya, bisa dengan cara menambahkan kotoran ayam, sapi, atau kerbau yang sudah kering ke dalam kolam pemeliharaan.

Caranya sebagai berikut.

  • Masukkan kotoran ayam/sapi/kerbau yang sudah kering ke dalam karung, lalu ikat kencang.
  • Lubangi karung dengan paku, Ialu beri pemberat agar terbenam.
  • Masukkan karung ke kolam pemeliharaan.
  • Masukkan bibit kutu air ke dalam kolam agar pakan alami cepat berkembang.
  • Biarkan selama minggu, selanjutnya ikan bisa ditebar.

c. Persiapan kolam tanah

 

Jenis - Jenis Kolam Untuk Budidaya Lele

Sebelum digunakan, ada beberapa perlakuan

khusus pada kolam tanah, yaitu sebagai

berikut.

  • Penyingkiran hama, penyemprotan dengan fungisida untuk membasmi jamur dan bibit penyakit dengan dosis sesuai anjuran.
  • Pemberian kapur pertanian sebanyak 10-50 g/m’ untuk membasmi bibit penyakit serta meningkatkan pH air dan tanah.
  • Pemberian kotoran ayam/sapi/kerbau yang sudah kering sebanyak 200-500 g/m’ untuk menumbuhkan pakan alami
  • Kolam tanah yang baru dibuat harus dijemur dahulu se arna 5-7 hari sebelum diisi air. Selanjutnya, kolam dibiarkan selama 1 minggu supaya pakan alami tumbuh. Selain itu. suhu. pH dan oksigennya pun harus netral dahulu

Setelah semua persiapan selesai, kolam tanah bisa digunakan. Untuk pemeliharaan benih, sebaiknya kolam tanah dilapisi dengan

kolam jaring yang ukuran lubangnya harus lebih kecil dari ukuran ikan yang akan dipelihara.

3. Membuat kolam

Membuat kolam sebagai wadah budi daya berbeda-beda tiap kolam. Baik kolam terpal, kolam beton, dan kolam tanah.

a. Kolam terpal

Membuat kolam terpal tidaklah sulit dan bisa dikatakan mudah. Bahan yang dipelukan berupa terpal, bambu/kayu, paku, paralon, knee, lem, dan peralatan kerja (palu, gergaji, golok). Sebelum membuat kolam, bersihkan lokasi yang telah dipilih, ratakan tanahnya, buang benda tajam seperti paku, batu, atau kaca. Alas dasar kolam menggunakan seka, setebal 2cm untuk merendam panas. Setelah lokasi siap, selanjutnya membuat kolam terpal dengan kerangka bambu/kayu. Untuk pembelian kolam terpal bisa klik disini

b. Kolam beton

Jenis - Jenis Kolam Untuk Budidaya Lele

Jenis – Jenis Kolam Untuk Budidaya Lele selanjutnya ada kolam beton. Ada 2 tipe kolam semen, yaitu dibenam ke dalam tanah atau diatas permukaan tanah. Untuk kolam semen di permukaan, biasanya harus diberi pondasi dan sloop besi dibagian bawah dan atas kolam agar kuat. Bahan yang diperlukan untuk kolam semen yaitu batu bata, semen dan pasir. Pembuatan kolam semen di dalam tanah memerlukan kerja ekstra untuk menggali tanahnya

c. Kolam tanah

Jenis – Jenis Kolam Untuk Budidaya Lele berikutnya adalah kolam tanah adalah kolam yang dinding dan dasarnya terbuat dari tanah. Lokasi yang akan digunakan untuk membuat harus berupa tanah liat atau lempung karena memiliki kemampuan tingga dalam menahan rembesan air. Biasanya, kolam tanah dibuat di area bekas sawah. Selain tidak mudah meresap air, tanah sawah sangat baik untuk perkembangan pakan alami. Jika kolam tanah yang akan digunakan kembali, ada beberapa hal yang harus dilakukan sebagai berikut :

  • Periksa kolam, bila ada yang bocor atau dinding rusak segera diperbaiki
  • Keringkan dan jemur kolam sampai tanahnya retak
  • Untuk membunuh bibit penyakir dan meningkatkan ph tanah, beri kapur pertanian sebanyak 2kg/m2
  • Biarkan selama 1 minggu, setelah itu isi air setinggi 5cm, beri pupuk kandang (kototran ayam/sapi/kerbau) yang sudah kering secara merata di dasar kolam. Biarkan selama 2 minggu agar pakan alami tumbuh. Setelah itu, kolam bisa digunakan kembali

Sekian artikel mengenai Jenis – Jenis Kolam Untuk Budidaya Lele

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Cara Mengobati Aeromonas Pada Lele

Dalam artikel kali ini kami ingin membahas tentang cara mengobati aeromonas pada lele. Salah satu tipe …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!