Indukan Lele Berkualitas

Indukan Lele Berkualitas.

 

.SANGKUTI FARM. Salah satu kebutuhan dalam dunia bisnis budidaya lele adalah pemenuhan bibit yang berkulitas dan stabil. Untuk itu, ketersediaan indukan lele berkualitas unggul pun menjadi instrumen penting dalam bisnis ini. Seiring perkembangan waktu, tingginya permintaan akan bibit lele membuat petani indukan kewalahan menghadapi permintaan, jalan pintas pun sering diambil, yaitu dengan memijahkan indukan lele yang belum siap.

INDUKAN LELE BERKUALITAS

Artikel kami ini akan membahas tentang apa yang kami lihat dan alami selama lima tahun terakhir terhadap apa yang terjadi di pemenuhan kebutuhan bibit dan indukan lele berkualitas.

Indukan Lele yang sering ditemui di pasaran umumnya adalah jenis Lele Dumbo, Lele Sangkuriang, dan Lele Piton.

Terdapat keunggulan dan kekurangan dari ketiga jenis ini. Kami akan uraikan di bawah ini:

A. Lele Dumbo. Berasal dari Taiwan, hasil persilangan Lele Afrika (Clarias gariepenus) dengan lele lokal Taiwan (Clarias fuccus). Keunggulannya memiliki daya tahan hidup yang kuat, cenderung tahan cuaca ekstrim, panjang tubuh ideal. Kemampuan telur yang dihasilkan per satu paket indukan (8 ekor bertina, 7 ekor jantan) dapat mencapai 100.000 ekor per pemijahan. Kelemahan jenis ini adalah laju pertumbuhan yang melambat seiring waktu, benih yang dihasilkan ukurannya terlalu variatif sehingga kesulitan pada penyortiran, dan kebutuhan pakan yang cenderung lebih besar.

B. Lele Sangkuriang. Berasal dari hasil penelitian BBPBBAT (Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar) Sukabumi. Secara fisik, lele ini memiliki tubuh yang mirip dengan lele Dumbo, namun bagian mulut lebih kecil, bentuk badan lebih membulat, dan berwarna abu-abu. Keunggulannya yaitu kemampuan telur yang dihasilkan per satu paket indukan (8 ekor bertina, 7 ekor jantan) dapat mencapai lebih dari 150.000 ekor per pemijahan, dengan daya tetas telur yang tinggi. Laju pertumbuhan jenis ini cenderung cepat apabila dibandingkan dengan lele Dumbo dan penyerapan pakan ke tubuh lebih baik dibanding lele Dumbo. Kelemahan jenis ini adalah lebih rentan terhadap perubahan suhu ekstrem dan tidak telalu tahan cuaca yang sangat panas (maks. 29 Celsius).

C. Lele Piton. Berasal dari Pandeglang, Banten, hasil persilangan Lele Thailand (Clarias gariepenus) dengan lele lokal yang tidak diketahui jenisnya. Keunggulannya memiliki daya tahan hidup yang kuat segala cuaca. Kemampuan telur yang dihasilkan dan efektivitas penyerapan pakan hampir sama dengan lele Sangkuriang. Kelemahan jenis ini adalah bentuk tubuh yang memanjang, sehingga kurang diminati petani pembesar. Karena pemberian pakan dirasa hanya akan memanjangkan tubuh, namun bukan menambah bobot. Selain itu, perkawinan sedarah yang terus-menerus dilakukan, membuat telur rentan penyakit dan daya tetas telur rendah.

 

Mengenal Ciri Indukan Lele

Untuk mengetahu mana indukan lele berkualitas, sebaiknya kita pahami dulu ciri umum indukan lele:

Indukan Jantan:

  • Memiliki ukuran kepala lebih kecil dari betina.
  • Bentuk tubuh yang cenderung lebih memanjang.
  • Gerakan tubuh lincah.
  • Kulit lebih halus.
  • Pada bagian genitalia, alat kelamin berbentuk seperti daging yang mencuat keluar (meyerupai tentakel pendek).

Indukan Betina:

  • Bagian perut yang besar dan membulat.
  • Gerak lebih lambat.
  • Bentuk fisik kepala lebih besar dibandingkan jantan.
  • Pada bagian genitalia, alat kelamin berbentuk oval.

Jual Indukan Lele Berkualitas

Dimanakah Mencari Penjual Indukan Lele?

Sama seperti mencari bibit lele, Anda dapat mencari indukan lele di kantor pemerintah, di peternak lele sekitar Anda, atau mencari informasinya di dunia maya/online. Kantor pemerintah seperti BBPBBAT (Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar) Sukabumi dan Balai Benih Ikan di daerah lain sebenarnya menjual indukan lele, namun produk masih berupa Calon Indukan Lele Berkualitas. Petani yang membeli akan memerlukan waktu dahulu untuk memeliharanya hingga ke tahapan siap pijah. Logikanya, calon indukan lele ini membutuhkan waktu untuk “mengenal” kolam Anda sehingga diharapkan nantinya akan memijah dengan baik dan menghasilkan telur dengan daya tetas tinggi serta kualitas baik.

Selain di kantor perwakilan pemerintah, biasanya petani bisa mendapatkan indukan lele di petani pembesar. Lele yang besarnya telah melewati masa konsumsi bisa dijadikan calon indukan, tentunya dengan merawatnya hingga memiliki persyaratan seperti yang dibahas sebelumnya. Kelemahannya adalah, seringkali penjual lele pemebesaran tidak mengetahui umur calon indukan lele ini, sehingga mempersulit kita untuk mengetahui kapan masa siap pijahnya.

Penting untuk mengetahui reputasi dan pengalaman penjual indukan lele karena akan berpengaruh ke kualitas indukan yang Anda akan pakai, terutama ketika Anda akan membelinya lewat media sosial/secara online. Penjual yang baik mengetahui umur dan kondidi siap pijah atau tidak kepada pembeli, dan tentunya akan menjual indukan yang masih dalam kondisi prima pemijahan (bukan lele terlalu tua).

Pakan Indukan Lele Berkualitas

Pakan Indukan Lele

Untuk pakan indukan lele sebenarnya cukup mudah didapatkan. Anda dapat memberinya pakan pelet yang umum dijual di pasaran. Namun sebaiknya pastikan bahwa kandungan pelet tersebut memiliki kandungan protein lebih dari 40%. Penambahan vitamin dan probiotik juga perlu diberikan secara rutin dan berkala untuk tetap menjaga kesehatan metabolisme tubuh lele. Altenatif pakan indukan lele meliputi: daging ayam, ikan rucah, sosis/produk olahan pakan, maggot, jangkrik, keong mas, dan cacing sutera. Pakan alternatif ini dapat disesuaikan dengan kemampuan Anda mendapatkan barang tersebut, atau menyesuaikan dengan keadaan kolam Anda. Seringkali pemberian pakan natural dengan cara salah/berlebihan, menyebabkan air kolam menjadi bau dan kadar amonia meningkat sehingga berbahaya bagi indukan lele.

 

Seleksi Indukan Siap Pijah

Indukan lele yang ideal untuk dipijahkan sebaiknya memiliki berat minimal 800 gram per ekornya, dan semakin berat maka akan semakin baik. Mengapa demikian? Karena salah satu parameter kesehatan lele bisa dinilai dari berat badannya. Adapun umur indukan lele yang tepat untuk masa pemijahan adalah yang berumur lebih dari 15 bulan.

Apabila memiliki beberapa pasang indukan, cara manual untuk melihat lele mana saja yang sudah siap pijah adalah dengan mengelus bagian atas badan lele dekat bagian siripnya. Apabila sirip merespon cepat dengan mengembang/berdiri/terbuka ketika dielus, maka indukan tersebut siap untuk pemijahan. Cara lainnya juga adalah dengan melihat ke bentuk fisiknya:

  • bagian kelamin cenderung memerah hingga merah gelap
  • bagian perut indukan betina membulat dan seperti kembung, karena penuh sel telur
  • tidak luka, tidak cacat
  • gerak dan aktivitas tubuh normal

Cara Pemijahan Indukan Lele Berkualitas

Cara pemijahan perlu untuk dipelajari demi menghindari indukan lele kawin diluar rencana, atau sering dikenal sebagai pemijahan liar. Berikut ini adalah tiga cara memijahkan setelah mendapatkan indukan lele berkualitas:

  1. Pemijahan Alami. Menempatkan indukan lele jantan dan betina ke dalam satu kolam pemijahan. Teknik ini adalah teknik yang dipakai oleh kami selama lima tahun terakhir. Kolam berisi air jernih dengan ketinggian air 50-70 cm dan pH 7. Kolam dialasi dengan kakaban yang bisa dipindah. Gunanya untuk menangkap telur-telur hasil pemijahan sehingga dapat dengan mudah dipindahkan ke kolam penetasan. Cara ini memerlukan waktu satu malam untuk pemijahan, dan 2-3 hari untuk penetasan telur. Indukan lele yang dipilih harus indukan yang gonad telah siap dan umur telah siap.
  2. Pemijahan Semi Alami. Cara ini hampir mirip seperti cara Pemijahan Alami, namun dengan menyuntik indukan lele sebagai perangsang hormon agar jumlah telur yang dihasilkan banyak dan daya tetas tinggi.
  3. Pemijahan Intensif. Cara ini boleh dikatakan adalah cara yang menghasilkan jumlah telur paling banyak. Caranya adalah dengan mengambil sel telur pada jantan (letaknya di bagian atas kepala). Kemudian bagian perut indukan betina diurut-urut hingga mengeluarkan sel telur. Selanjutnya adalah mencampurkan sel sperma dengan sel telur ke wadah pijah untuk kemudian masuk ke kolam inkubasi. Cara ini membutuhkan teknik dan peralatan khusus, sehingga tidak disarankan kepada para pembudidaya pemula. Teknik ini pun mengharuskan untuk mematikan indukan jantan per sekali pemijahan demi mengambil sel sperma yang ada di bagian kepala.

 

Kolam Indukan dan Kolam Pemijahan

Indukan lele, baik jantan maupun betina, yang sudah dipijahkan sebaiknya ditempatkan di kolam yang berbeda dengan Indukan lele yang belum pernah dipijahkan. Hal tersebut untuk membedakan induk yang harus istirahat dan ingin dipijahkan. Dengan begitu, betina dapat menghasilkan kualitas telur yang baik saat dipijahkan kembali. Kolam induk dapat diletakkan di luar ruangan yang mendapat sinar matahari langsung.

Kolam Indukan lele ditujukan untuk menempatkan indukan sebelum dan sesudah dilakukan pemijahan. Kolam induk jantan dan betina dipisahkan. Pemisahan induk bertujuan agar ketika memasuki masa matang gonad, ikan jantan tidak mengganggu atau mengejar betina. Pemijahan pun dapat dilakukan ketika induk jantan dan betina benar-benar matang gonad.

Kolam pemijahan dipakai untuk memasangkan indukan matang gonad agar terjadi pembuahan telur. Pembuahan dapat dilakukan secara masal dengan memasukkan beberapa pasang ikan dalam kolam. Namun, risikonya, jantan akan saling berebut betina. Untuk itu, disarankan hanya menaruh sepasang induk dalam 1 kolam dengan perbandingan bobot ikan jantan dan betina minimal 1:1, atau dengan porsi 8 betina dan 7 jantan.

Struktur kolam pemeliharaan induk bisa dibuat dengan media kolam terpal, kolam tanah, kolam fiber, atau kolam semen. Namun pastikan ketinggian air minimal 100cm. Karena induk lele umumnya berukuran besar. Perlu diperhatikan juga untuk membuat penutup kolam atau jala bagian atas, karena lele bisa melompat.

Kolam pemijahan alami dilengkapi dengan kakaban tempat ikan meletakkan telur-telurnya. Kakaban diletakkan berjajar rapi untuk memudahkan pengambilan. Usahakan seluruh bagian kakaban terendam air agar ikan dapat meletakkan telur di atasnya. Bila perlu gunakan pemberat seperti batu bata atau batako agar kakaban tidak mengapung. Kolam pemijahan dapat dibuat dalam ruang beratap atau kolam di luar ruangan yang dilengkapi dengan penutup di bagian atas.

Ikan lele tergolong nokturnal, ikan yang aktif di malam hari sehingga lebih baik kegiatan memijah dalam keadaan lingkungan yang gelap.

 

Pasca Pemijahan Alami

Sehabis pemijahan dilakukan, sebaiknya indukan lele dikembalikan ke kolam pemeliharaan indukan. Utamakan untuk memberikan suasana yang nyaman seperti tidak berisik, kadar air dan suhu yang stabil, dan pakan berkualitas. Mengapa demikian? Umumnya sehabis pemijahan, indukan lele akan mengalami luka-luka karena gerakan dalam proses pemijahan dan friksi pada kulit ketika lele mengibaskan ekornya untuk meratakan telur di kakaban. Pemberian kondisi kolam yang nyaman dan makanan yang baik, akan mempercepat penyembuhan kondisi tubuh indukan lele. Penting juga untuk meberi waktu jeda atau “mengistirahatkan” indukan lele untuk pemijahan selanjutnya. Karena apabila indukan lele dipaksa untuk memijah, maka kualitas hasil pemijahan akan buruk. Meskipun lele tersebut masuk ke dalam kategori Indukan Lele Berkualitas, namun apabila jeda waktu antara pemijahan satu dan kedua terlalu dekat, justru akan membuat indukan stres dan akhirnya hanya menghasilkan gonad yang kurang unggul kualitasnya.

 

Masa Produktif Lele sebaiknya dijaga untuk tidak melebihi umur tiga tahun. karena semakin tua indukan lele, maka kualitas pemijahan akan semakin turun pula. Apabila Anda akan mengganti indukan, sebaiknya indukan lama tidak Anda jual lagi, kami menyarankan untuk mengolahnya menjadi produk olahan lele seperti fillet lele, abon lele, lele asap, ataupun menggilingnya menjadi tepung yang bisa dimanfaatkan kembali sebagai pakan berkualitas.

Demikian pembahasan kami mengenai indukan lele berkualitas. Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman kami dalam bisnis budidaya lele. Jika terdapat kesalahan informasi atau kekurangan penjelasan, kami sangat menerima umpan balik atau koreksi yang membangun. Demi kemajuan perikanan/budidaya lele.

 

Apabila Anda memiliki pertanyaan, isi kolom komentar di bawah yaaa… Sukses dan selamat berbudidaya…

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Perkembangan Budidaya Ikan Lele di Indonesia

Perkembangan Budidaya Ikan Lele di Indonesia

Perkembangan Budidaya Ikan Lele di Indonesia Perkembangan Budidaya Ikan Lele di Indonesia Permintaan lele konsumsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!