Fitoplankton Makanan Kutu Air

Halo sahabat sangkuti mimin disini mau berbagi pengetahuan baru ternyata fitoplankton makanan kutu air yuk kita bahas bersama seperti apa fitoplankton ini sahabat sangkuti. Fitoplankton merupakan organisme yang bertindak sebagai produsen primer pada rantai makanan. Peran kutu air cukup penting dalam kegiatan budidaya, dimana kutu air merupakan pakan alami dan sumber protein bagi pertumbuhan larva dan benih ikan, hal tersebut mengharuskan kutu air memiliki kualitas yang baik. Faktor yang mendukung kualitas kutu air yaitu makanan yang di konsumsinya.

Fitoplankton makanan kutu air

Fitoplankton melakukan fotosintesis utnuk memperoleh makanan, hal ini dikarenakan adanya kandungan klorofil pada fitoplankton sehingga mampu menyerap cahaya matahari. Siklus hidup fitoplankton cenderung endek dan memiliki respon yang sangat cepat terhadap perubahan lingkungan. Keberlangsungan hidup fitoplankton sangat bergantung pada kondisi fisik dan kimia perairan. Fitoplankton dengan kelimpahan yang tinggi umumnya terdapat di perairan sekitar muara sungai atau di perairan lepas pantai. Kelimpahan fitoplankton berbanding lurus dengan ketersediaan zat atau bahan organik di dalam suatu perairan. Untuk itu perlu adanya keseimbangan kandungan zat organic di dalam suatu perairan untuk mencegah peristiwa blooming alga. Peristiwa blooming mungkin terjadi pada suatu perairan dengan kandungan zat organik yang terlalu tinggi, peristiwa tersebut cukup berbahaya bagi kelangsungan hidup organisme yang dibudidayakan. Terdapat berbagai jenis fitoplankton di alam, berikut merupakan jenis-jenis fitoplankton yang terdapat di alam dan dapat di manfaatkan untuk makanan kutu air :

  1. Kelas Bacillariophyceae

Bacillariophyceae merupakan jenis fitoplankton yang banyak ditemukan di berbagai macam perairan. Memiliki ukuran tubuh berkisar 5 μm–2 mm. Fitoplankton jenis Bacillariophyceae memiliki dinding sel yang mengandung silikat dengan cangkang yang akan tetap utuh dan menjadi sedimen sekalipun apabila Bacillariophyceae mati,. Bacillariophyceae secara umum berupa sel tunggal yang soliter, namun ditemukan beberapa yang hidup saling terhubung dan membentuk sebuah koloni berbentuk rantai. Bacillariophyceae memiliki sel-sel dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi antar spesies satu dengan spesies lainnya.

Kelas Bacillariophyceae terbagi menjadi dua ordo :

  1. Centrales (centric Bacillariophyceae)

Bacillariophyceae sentrik (centric) memiliki ciri yaitu bentuk sel simetri radial

  • Pennales (pennate Bacillariophyceae)

Bacillariophyceae penat (pennate) memiliki bentuk sel simetri bilateral yang umumnya memanjang, atau berbentuk sigmoid seperti huruf “S”

  • Kelas Dinophyceae (Dinoflagellata)

Kelas fitoplankton yang sangat umum dijumpai di perairan setelah kelas Bacillariophyceae. yaitu Dinoflagellata. Dinoflagellata berukuran 5 – 200 μm. Jenis genus dari kelas  Dinoflagellata yang sering ditemui di perairan antara lain, Ceratium, Dinophysis. dan Peridinium. Ciri khas dari  kelas Dinoflagellata ini yaitu berwarna coklat muda, memiliki sel tunggal, tidak memiliki cangkang, dinding selnya terdiri dari selulosa yang kuat dan sangat tebal seperti pelat-pelat perisai yang melindungi sel bagian dalam, dilengkapi dengan sepasang flagella berbentuk seperti bulu cambuk. Flagella tersebut digunakan untuk bergerak di dalam air.  Ciri khas lain dari kelas Dinoflagellata yaitu beberapa diantaranya memiliki bioluminescent yang menyebabkan kialuan di perairan pada malam hari. Contoh kelas Dinoflagellata yang dapat berkialau yaitu Noctiluca scintillans dengan cahaya biru muda. Beberapa jenis Dinoflagellata dapat membentuk kista (cyst) dan di dasar perairan melakukan istirahat panjang.

Dua kelompok besar dari yaitu Dinoflagellata yaitu Desmokontae dan Dinokontae.

  • Ciri-ciri kelompok Dinokontae

Memiliki kedua flagella yang berada pada titik yang berbeda (flagella transversal dan flagella longitudinal)

  • Ciri-ciri kelompok Desmokontae

Memiliki dua flagella yang terdapat pada ujung anterior sel.

  • Kelas Cyanophyceae (Alga Hijau Biru)

Kelas Cyanophyceae memiliki ciri-ciri terdapat adanya zat warna hijau kebiruan (Cyanophysin) atau biasa disebut pigmen fikosianin. Cyanophyceae tidak memiliki flagella sebagai alat gerak sehingga pergerakannya hanya dengan meluncur . Selain memiliki zat warna hijau kebiruan (Cyanophysin). Fitoplankton yang termasuk kedalam kelas Cyanophyceae juga memiliki pigmen lain yaitu fikoeritrin yang berwana merah, klorofil, karoten, dan xantofil. Cyanophyceae memiliki sel berbentuk bola atau silinder dengan ukuran 0,2-2 μm, mampu toleransi terhadap fluktuasi  suhu yang lebih tinggi (di atas 30°C). Kelas Cyanophyceae atau biasa disebut kelompok alga hijau biru umumnya ditemukan di perairan dangkal maupun pada perairan pantai tropis.

Terdapat tujuh familia Cyanophyceae yaitu,

  • Scytonemacae
  • Nostoccacae
  • Rivulariaceae
  • Stegionemataceae
  • Notohopsidae
  • Chroococcacae, dan
  • Oscillatoriaceae
  • Kelas Chlorophyceae

Secara umum fitoplankton kelas Chlorophyceae hidup di air tawar dan merupakan jenis fitoplankton yang paling banyak di budidayakan. Ciri khas dari fitoplankton jenis ini yaitu memiliki cadangan makanan dalam bentuk pirenoid dan dinding selnya terdiri dari selulosa. Terdapat kloroplas dalam tubuh Chlorophyceae. Kloroplas tersebut mengandung pigmen klorofil a dan b serta karotenoid, dengan jenis pigmen yang paling banyak ditemukan yaitu pigmen klorofil a, sehingga menyebabkan alga ini dominan memiliki warna hijau.

  • Kelas Euglenophyceae

Euglenaphyceae merupakan organisme bersel satu, terdapat klorofil serta dapat melakukan proses fotosintesis, umumnya hidup di air tawar yang kaya bahan organik. Sel tubuhnya berbentuk oval memanjang, memiliki bintik mata yang sangat sensitif terhadap cahaya yang terletak pada bagian atas tubuhnya. Spesies yang termasuk dalam kelas Euglenaphyceae yaitu,

  • E. sanguines
  • E. viridis
  • Euglena hematoides
  • E. acus
  • E. oxyuris
  • E. Fragillaria
  • E. deses.
  • Kelas Crysophyceae

Merupakan fitoplankton bersel satu, dengan alat gerak berupa satu atau dua flagella dengan diameter tubuh kurang dari 30 μm

Itulah jenis-jenis fitoplankton yang dapat dijadikan sebagai makanan kutu air, selamat membaca, semoga bermanfaat!

Baca Juga: Moina Sp dan Susu Bubuk

Nilai Kualitas Konten

About raniaudona

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Moina sp dan Susu Bubuk

Halo sahabat sangkuti mimin mau tanya nih apakah sahabat sangkuti sudah mengenal hubungan antara Moina …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
Chat Kami
1
Terima kasih 😀🙏🏻

Silahkan diskusikan kepada kami tentang budidaya ikan, kolam terpal dan perlengkapan perikanan budidaya lainnya. Kami siap membantu anda 😊😊

Oh iya, Kami hari ini sedang ada promo pelatihan budidaya online hanya 100ribuan berisi 60 video tutorial. 👍