Cara Memasukkan Bibit ke Kolam

Cara Memasukkan Bibit ke Kolam

 

 

Video berikut ini bisa dijadikan gambaran visual bagaimana memasukkan bibit yang benar ke dalam kolam. Jangan langsung dimasukkan karena bibit lele memerlukan waktu untuk adaptasi dengan air kolam baru. Proses kalibrasi ini akan membantu bibit untuk mengatur sistem tubuhnya terhadap kolam yang baru. Apabila Cara Memasukkan Bibit ke kolam Anda sudah benar, maka tahap pertama dalam usaha menekan mortalitas lele sudah tepat.

Mengapa lele perlu adapatasi dulu?

Proses ini disebut kalibrasi suhu. Apa penyebabnya?

Bibit lele yang Anda beli tentunya mengalami proses transport dan dimasukkan dalam satu wadah. Situasi ini membuat metabolisme bibit lele mengalami gangguan. Mulai dari muntah, sedikit lemas, hingga lele panik. Pada masa ini, suhu air dalam wadah pun berubah, karena kepadatan bibit lele tinggi dan terguncang-guncang. Apabila lele dalam kondisi ini langsung dimasukkan ke dalam kolam, itu akan mebuat tingkat stress bertambah, dan tingkat bahaya kematian bibit lele akan meningkat.

 

Proses kalibrasi ini cukup mudah, hanya dengan meletakkan bak/wadah kemasan yang berisi bibit lele di permukaan air kolam. Kemudian diamkan sekitar 20-30 menit. Kemudian bukalah ikatan kemasan dan diamkan saja. Perlahan-lahan arahkan bagian mulut kemasan ke permukaan air kolam. Buat situasi agar bibit lele berenang keluar ke arah mulut kemasan dan kemudian masuk ke kolam Anda. Jangan menggulingkan secara paksa kemasan lele untuk memasukkan bibit lele Anda. Buatlah situasi yang nyaman bagi bibit Anda.

Cara Memasukkan Bibit ke Kolam

Video ini dilakukan oleh seorang petani di Thailand. Lele yang digunakan adalah lele Afrika atau sering disebut walking catfish. Apa itu? Jenis ini memiliki sirip yang bisa digunakan untuk merayap di lumpur. Yaap, jadi terlihat seperti berjalan. Dalam situasi kekeringan atau curah hujan kecil, lele Afrika ini harus berpindah-pindah tempat/kubangan untuk tatap dapat hidup.

Uniknya, jenis lele yang mempunyai kemampuan seperti ini, ada di Indonesia. Namanya Lele Jawa (Clarias batrachus)

Kolam yang digunakan dalam video adalah kolam fiber dan air jernih. Ikan jenis ini memang dapat hidup di air jernih. Jadi apabila lele Anda adalah lele yang berbeda jenisnya, sebaiknya Anda tanyakan ke petani penjual bibit untuk mengetahui jenis air yang bagaimana yang tepat. Salah-salah, Anda bisa merugi akibat salah mengatur air.

 

 

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Rahasia Sukses!!! Budidaya Lele Sistem bioflok

  Budidaya lele identik dengan bau yang tidak sedap. Bau ini timbul akibat kotoran-kotoran dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!