Tuesday , 25 September 2018

Cara Budidaya Lele Red Water System

Kali ini kami ingin membahas tentang Cara Budidaya Lele Red Water System. Ada beberapa tahap pengolahan air untuk budidaya ikan lele, yaitu dengan mengaplikasikan NWS (natural water system) yang merupakan suatu metode yang meliputi seluruh metode yang ada dalam budidaya ikan dan juga sebagai metode pemahaman bahwa pemeliharaan lele hingga akhir akan melalui beberapa perubahan warna air mulai GWS (green water system) berubah menjadi BWS (brown water system / bioflok) dan akan menjadi RWS (red water system) jika terjadi perubahan warna berarti terjadi perubahan mikroba. Keadaan ini yang menyebabkan ikan perlu dibantu untuk mengikuti keadaan, dari sini pembudidaya diberi pemahaman tentang karakteristik warna air ini agar tiap melewati tahapan warna  tidak terjadi gejolak yang berbahaya bagi ikan.

 

Cara Budidaya Lele Red Water System

Red Water System menjadi salah satu sistem baru dalam aktivitas budidaya ikan lele di Indonesia. Dengan memanfaatkan kuman Lactobacillus dan kuman Sakaromises dalam proses pembesaran benih ikan lele tanpa ganti air kolam hingga panen dengan sistem fermentasi Yakult, Ragi Tape dan Molasses (Tetes Tebu / Gula Jawa / GulaMerah).

Bila selama ini para pembudidaya lele sangat khawatir dengan tumpukan kotoran ikan dan sisa pakan yang mengendap di dasar kolam yang bisa mengganggu kesehatan ikan. Tetapi dalam Red Water System ini kotoran-kotoran ikan itu justru menjadi keperluan makanan bagi kuman Lactobacillus dan kuman Sakaromises yang akan diserap sebagai pakan utamanya.

 

Supaya tak terjadi penumpukan kotoran ikan yang tak terserap oleh kedua kuman itu, maka penting untuk menempatkan arang dipinggir-pinggir dinding kolam bagian dasar yang berfungsi untuk menyerap sisa kotoran ikan yang tak dimakan oleh kuman Lactobacillus dan kuman Sakaromises di dalam air kolam lele.

Kolam Red Water System hanya efektif untuk penebaran benih ikan lele dalam jumlah 300 ekor/m3 (tanpa aerasi) dan 500 ekor/m3 (dengan bantuan aerasi) tanpa perlu ganti air sampai panen. Sistem ini sangat pantas bagi Anda yang  sibuk maupun yang malas berurusan dengan aktivitas menyedot kotoran ikan lele di dasar kolam.

Sekian artikel mengenai Cara Budidaya Lele Red Water System

Smoga bermanfaat 🙂

 

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Cara Budidaya lele Sistem Resirkulasi

Dalam artikel ini kami ingin membahas Cara Budidaya lele Sistem Resirkulasi. Catfish farming in recirculation system …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!