Budidaya Mikroalga Untuk Pakan No ratings yet.

Mikroalga, di samping dapat menjadi ancaman bagi kegiatan akuakultur, beberapa jenis di antaranya justru bermanfaat bagi perikanan. Pasalnya, kandungan nutrisinya diperlukan beberapa variasi ikan budidaya, terpenting variasi herbivora. Alga sering kali dituding sebagai penyebab munculnya beragam serangan penyakit dan kematian massal pada ikan maupun udang. Mulanya, terjadi ketidakseimbangan alga di dalam lingkungan perairan. Selanjutnya, dampak dari komposisi alga yang tak seimbang menyebabkan kualitas air munurun dan tingkat kandungan oksigen dalam air berkurang. Bahkan beberapa jenis alga dikenal dapat mengeluarkan racun. Beberapa jenis alga diperlukan dalam kegiatan akuakultur sebagai sumber pakan untuk ikan, seperti Chlorella vulgaris, Porphyridium cruentum, Dunaliella salina, dan masih banyak lagi yang lainnya. Jenis mikroalga tersebut menguntungkan karena dapat menyediakan gizi yang berlimpah bagi ikan budidaya. Saat ini tak sedikit budidaya mikroalga untuk pakan dilakukan secara massal mengingat nilai ekonominya yang tinggi.


budidaya mikroalga untuk pakan

Alga yang dibudidayakan merupakan jenis tertentu yang bernilai gizi tinggi atau yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Selain itu, jenis yang dibudidayakan tersebut haruslah yang tak beracun baik bagi binatang maupun manusia. Beberapa hal penting dalam budidaya mikroalga yaitu:

  • Non toksik atau tak beracun;
  • Ukuran tubuhnya ideal untuk dikonsumsi oleh organisma yang akan dibudidayakan;
  • Dinding sel alga gampang dicerna;
  • Kandungan gizi cukup baik.

Alga sendiri dibedakan menjadi dua berdasarkan ukurannya, yakni:

  • Makroalga, alga yang berukuran besar, sehingga bisa dilihat dan diamati oleh mata telanjang
  • Mikroalga atau alga yang berukuran kecil (mikroskopis) dan bakteria fotosintetik oksigenik (Cyanobacteria).

Pada dasarnya dalam budidaya mikroalga, ada beberapa hal yang harus ada seperti sinar matahari, karbondioksida (CO2), air, nutrisi dan perlengkapan. Gas karbondioksida dibutuhkan sebagai sumber karbon bagi alga. Kehadiran air mutlak dibutuhkan sebagai sumber hydrogen dalam sintesis karbohidrat yang terdiri dari unsur Karbon (C), hydrogen (H), dan Oksigen (O). Sementara itu, dalam hal nutrisi di antaranya Nitrogen, Fosfor, dan unsur-unsur mineral lainnya bisa dipenuhi dari pasokan air limbah budidaya perikanan. Seperti diketahui, air limbah yang berasal dari budidaya perikanan banyak mengandung sisa-sisa pakan dan zat-zat eksresi ikan, seperti ammonia, nitrat, nitrit, dan fosfat. Bahan-bahan tersebut ialah unsur hara bagi mikroalga sehingga airnya bisa dimanfaatkan untuk budidaya alga tersebut.

budidaya mikroalga untuk pakan

Budidaya mikroalga bisa dikerjakan dengan dua metode, yaitu metode terbuka dan metode fotobioreactor (metode tertutup). Pada metode terbuka, budidaya mikroalga dikerjakan pada kolam atau bak terbuka dengan ukuran yang besar. Sementara itu, budidaya dengan metode fotobioreactor dikerjakan di dalam tempat tertutup yang umumnya terbuat dari kaca atau plastik transparan agar permukaan bisa ditembus sinar matahari yang dibutuhkan dalam fotosintesis. Masing-masing metode tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahannya sendiri. Pada metode tertutup (fotobioreaktor), kelebihannya yaitu terjaga dari kontaminasi, produktivitas lebih tinggi, serta tak membutuhkan lahan yang luas. Tapi metode ini mempunyai beberapa kelemahan, di antaranya yaitu membutuhkan biaya yang besar. Di sisi lain, bila budidaya dikerjakan pada kolam terbuka, kelebihannya antara lain biaya awal yang relatif rendah dan perawatannya gampang. Akan tetapi, kelemahannya yaitu membutuhkan lahan yang luas, gampang terkontaminasi oleh mikroalga yang lain, sehingga bisa memicu terjadinya kompetisi.

Demikian ulasan singkat mengenai mikroalga untuk pakan ikan lele, semoga bermanfaat.

Bagi anda yang ingin belajar budidaya lele secara cepat dan baik, segera kunjungi pelatihan budidaya lele Abah Nasrudin.

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

Nilai Kualitas Konten

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Penyakit Virus Pada Ikan Lele

Penyakit Virus Pada Ikan Lele

Channel Catfish Virus Disease (CCVD) merupakan penyakit ikan lele yang disebabkan oleh virus herpes. Penyakit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!