Budidaya Lele Intensif Padat Tebar

Kali Ini kami inign membahas tentang Budidaya Lele Intensif Padat Tebar. Sistem budidaya secara intensif yang ditandai dengan tingginya padat penebaran ikan bertujuan untuk meningkatkan produksi sehingga lahan bisa dimanfaatkan secara maksimal. Pada usaha budidaya, produksi yang akan diperoleh bisa ditentukan dengan cara mengontrol padat penebaran ikan hingga tingkat MSC (Maximum Standing Crop), yakni kondisi beban biomassa ikan maksimum yang bisa ditebar dalam suatu kolam yang memungkinkan ikan tersebut masih bisa tumbuh.

 

Pertumbuhan ikan, pada umumnya dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal yang mencakup sifat genetik dan kondisi fisiologis ikan, serta faktor eksternal yang berhubungan dengan lingkungan. Faktor-faktor eksternal tersebut diantaranya ialah komposisi kimia air dan tanah dasar, suhu air, bahan buangan metabolik (produk ekskresi), ketersediaan oksigen dan ketersediaan pakan. Pada kondisi padat penebaran ikan lele yang makin tinggi, maka ketersediaan pakan dan oksigen untuk setiap individu ikan akan semakin berkurang, meskipun akumulasi bahan buangan metabolik ikan akan makin tinggi. Sebaliknya, bila padat penebaran ikan lele rendah, maka ketersediaan pakan dan oksigen akan semakin banyak, meskipun akumulasi bahan buangan metabolik ikan akan semakin rendah. Di samping itu, peningkatan kepadatan ikan lele tanpa disertai dengan peningkatan pemberian jumlah pakan akan menyebabkan penurunan laju pertumbuhan ikan dan jika telah sampai pada batas carrying capacity maka pertumbuhannya akan terhenti sama sekali.

Budidaya Lele Intensif Padat Tebar

Padat penebaran tergantung pada tiga faktor, yaitu mutu dan kuantitas pakan, jenis kolam serta ukuran ikan. Bila ketersedian pakan tercukupi, hasil yang akan didapat akan lebih ditentukan oleh kepadatan ikan (jumlah ikan per satuan luas) daripada laju pertumbuhan individu ikan, karena hasil panen yang tinggi dapat dicapai dengan meningkatkan kepadatan ikan. Peningkatan padat penebaran dapat diterapkan hingga batas atau tingkat tertentu. Batas tersebut berbeda atau bervariasi tergantung pada species ikan yang dibudidaya, yakni menurut umur ikan dan ukuran masing-masing individu ikan serta metode atau cara budidaya yang dipakai.

 

Namun semakin tinggi tingkat kepadatan ikan dapat menyebabkan banyak masalah yang akan muncul, seperti serangan penyakit, memburuknya kualitas air, terjadinya persaingan dalam mengambil pakan yang akibatnya akan memunculkan terjadinya kanibalisme. Selain itu, peningkatan kepadatan ikan akan menyebabkan menurunnya berat rata-rata, efisiensi ikan akan menyebabkan menurunnya berat rata-rata, efisiensi pakan serta kelangsungan hidup ikan. Faktor yang paling penting yang harus diperhatikan dalam budidaya kepadatan tinggi ialah oksigen, amonia, CO2 yang keberadaannya secara langsung dipengaruhi oleh proses metabolisme ikan.

Sekian artikel mengenaiĀ Budidaya Lele Intensif Padat Tebar

Smoga bermanfaat šŸ™‚

 

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Budidaya Ikan Sistem Polikultur

Dalam kesempatan ini kami ingin membahas Budidaya Ikan Sistem Polikultur. Pada awal perkembangannya, metode budidaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!