Budidaya Lele Full Pellet? Bisa Dong!

Halo sahabat sangkuti! Kembali lagi pada artikel Sangkuti Farm yang penuh akan informasi serta menginspirasi sahabat untuk terus berbudidaya ikan lele. Bagaimana kabar budidaya ikan lele akang? Semoga dalam keadaan baik-baik saja sampai panen yang maksimal nanti ya. Sangkuti Farm selalu bersemangat menyajikan artikel-artikel bermanfaat seputar ikan lele demi pengembangan budidaya ikan lele di Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami mencoba membahas mengenai budidaya lele full pellet. Ikan lele dianggap sebagai salah satu komoditas akuakultur yang paling mudah dibudidayakan, selain resisten terhadap perubahan kualitas lingkungan ikan ini dalam kondisi tertentu dapat diberikan pakan yang bervariasi. Variasi pakan yang diberikan umumnya bukanlah pakan yang layak untuk pertumbuhan, melainkan pakan yang dapat menimbulkan bibit penyakit dengan pertimbangan pemberian yaitu kemudahan untuk memperolehnya. Sifat ikan lele yang rakus memberikan pemahaman yang salah jikalau ikan lele dapat diberikan pakan apapun seperti sisa makanan manusia, kotoran hewan, bangkai ayam, dan lain-lain. Pemberian jenis pakan yang sembarangan tanpa memperhatikan kesehatan, biosecurity, dan kandungan nutrisinya bersifat mengancam kelangsungan hidup komoditas akuakultur. Pakan yang tepat untuk menunjang produktivitas ikan lele adalah pakan formulasi dengan dukungan teknis budidaya yang efisien. Pakan formulasi yang dimaksud dan kerap diaplikasikan untuk segmentasi pendederan dan pembesaran ikan lele adalah pakan buatan berupa pellet.

Budidaya Lele Full Pellet
Budidaya Lele Full Pellet

Iklim industri akuakultur saat ini yang mengedepankan penggunaan pakan buatan, berdampak pada efisiensi produksi yang optimal. Pakan pellet merupakan salah satu jenis pakan buatan yang dibentuk menjadi satu kesatuan dengan ukuran tertentu untuk memudahkan proses pemanfaatan pakan oleh hewan akuatik. Pakan buatan pada dasarnya memiliki beberapa jenis bentuk seperti pellet, tepung (mash), butiran pecah (crumble). Pakan buatan yang sesuai untuk ikan lele yaitu pellet dengan bentuk yang membulat. Pellet yang merupakan pakan pabrikan ini memiliki beberapa ukuran spesifik sebagai bentuk penyesuaian terhadap bukaan mulut ikan lele. Ukuran pellet ikan lele dominan diketahui pada ukuran 1 mm, 2 mm, dan 3 mm. Semakin besar ukuran ikan, semakin besar pula ukuran pellet yang digunakan.

Budidaya Lele Full Pellet
Budidaya Lele Full Pellet

 

Praktisi akuakultur diberikan beragam opsi dalam pemilihan pakan pelet yang digunakan. Potensi bisnis akuakultur yang menggiurkan memotivasi para perusahaan pakan untuk memproduksi pelet ikan lele dengan kualitas terbaik. Pelet dengan kualitas terbaik dapat diketahui pasca pemeliharaan berlangsung melalui nilai feeding conversion rate (FCR) dan parameter kesehatan ikan. Akan tetapi pembudidaya dapat mengidentifikasi kandungan nutrisi pada pakan pellet melalui informasi yang disajikan pada kemasan pakan. Tabel berupa informasi kandungan gizi pakan merupakan hasil analisa proksimat yang diuji melalui laboratorium. Analisa proksimat pakan lele yang perlu diperhatikan yaitu kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar abu, dan kadar serat kasar. Stadia ikan lele yang berbeda membutuhkan kandungan nutrisi yang berbeda. Pada benih ikan lele pakan lelet yang diberikan memiliki kandungan protein min. 35%, kadar lemak min. 5%, kadar air maks. 12%, kadar abu maks. 13%, dan kadar serat kasar maks. 6%. Ikan lele pada segmentasi pembesaran memiliki kriteria pakan yang mengandung protein min 25-28%, kadar lemak min. 5%, kadar air maks. 12%, kadar abu maks. 13%, dan kadar serat kasar maks 6%. Ada pula kriteria kandungan nutrisi khusus bagi induk ikan lele yaitu protein min. 35%, kadar lemak min. 5%, kadar air maks. 12%, kadar abu maks. 13%, kadar serat kasar maks 8%. Presentase kandungan nutrisi tersebut menjadi syarat mutu pelet yang digunakan untuk pertumbuhan ikan lele. Presentase yang tidak memenuhi kriteria tersebut berdampak pada penurunan efisiensi produksi budidaya.

Budidaya Lele Full Pellet
Budidaya Lele Full Pellet

Penerapan budidaya lele full pellet hanya dapat diaplikasikan pada segmentasi pendederan dan pembesaran. Segmentasi pembenihan ikan lele khususnya pada pemeliharaan larva belum berkemampuan untuk mengonsumsi pakan pellet. Tidak hanya pada komoditas lele, stadia larva pada ikan belum memiliki aktivitas enzimatik yang sempurna pada sistem pencernaanya. Hal tersebut menyebabkan pakan buatan belum fungsional pada pemeliharaan larva lele. Selain hal tersebut, bukaan mulut larva yang relatif sangat kecil dengan saluran pencernaan yang pendek membuat kecenderungan pakan alami lebih cocok untuk mendukung pertumbuhan larva. Pemberian pakan full pellet baru bisa dilakukan pada segmentasi pendederan dan pembesaran yang dimana sistem pencernaan ikan sudah definitif. Mulai dari benih ukuran panjang 2-3 cm pemberian pakan full pellet dapat dilakukan dengan metode pemberian pakan yang benar. 

Metode pemberian pakan untuk budidaya ikan lele full pellet dapat dilakukan melalui metode restricted. Metode restricted adalah metode pemberian pakan yang dibatasi berdasarkan presentase porsi harian. Presentase porsi harian disebut juga dengan istilah feeding rate (FR). Feeding rate merupakan porsi pemberian pakan yang nilainya berdasarkan biomassa ikan budidaya. Feeding rate yang digunakan umumnya bernilai 3-7%. Nilai tersebut bergantung pada nafsu makan dan lama pemeliharaan ikan lele. Pada awal penebaran benih FR yang digunakan baiknya senilai 3%, seiring dengan berjalannya waktu pemeliharaan FR dapat ditingkatkan secara bertahap hal tersebut juga berdasarkan nafsu makan ikan yang terus meningkat. 

Contoh perhitungan pemberian pakan lele full pellet melalui metode restricted adalah sebagai berikut.

Diketahui: 

Biomassa ikan lele     = 500 kg

Feeding Rate (FR)     = 4 %

Frekuensi pemberian = 2 kali sehari

Berapa jumlah pakan pellet yang diberikan?

Jawab:

Jumlah pakan = Biomassa ikan ✖ FR

          = 500 kg ✖ 4 %

          = 20 kg per hari

Jumlah pakan pelet yang diberikan pada populasi budidaya ikan lele per harinya yaitu 20 kg. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 2 kali yaitu pada pagi dan sore hari, oleh karena itu jumlah pakan harian (20 kg) dibagi dengan frekuensi pemberian pakan (2 kali). Maka diperoleh jumlah pakan yang diberikan setiap waktu pemberian pakan pellet yaitu 10 kg.

Penggunaan pakan full pellet dengan kandungan protein yang tinggi membuka peluang buruk bagi lingkungan budidaya. Pakan pellet dengan protein tinggi berimplikasi pada konsentrasi amonia yang tinggi pada media budidaya. Amonia berasal dari sisa pakan yang tidak dimakan serta feses ikan. Sistem budidaya intensif dengan padat tebar yang tinggi melalui dukungan pemberian pakan full pellet membutuhkan pengelolaan kualitas air yang optimal. Kualitas air dapat dijaga melalui pergantian air sekaligus penyifonan dasar kolam secara rutin. Frekuensi pergantian air dapat dilakukan setiap seminggu sekali dengan volume pergantian 50-100%. Pergantian air dilakukan dengan catatan tertentu yaitu air yang menunjukan ciri-ciri penurunan kualitas seperti warna yang mengeruh dan bau yang tidak sedap. Air dengan cir-ciri tersebut disebabkan oleh pakan pellet yang leaching dan feses ikan lele sisa metabolisme pakan pellet.

Sekian informasi pada artikel kali ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberi semangat untuk sahabat sangkuti agar terus berbudidaya ikan lele. Jangan lupa untuk like dan share artikel ini dan artikel lainnya dari Sangkuti Farm! Terimakasih, sampai jumpa, happy farming, dan salam sukses akuakultur.

Baca juga : Takaran Pakan Lele 1000 Ekor per Hari, Berapa Ya? 

Nilai Kualitas Konten

About Aghis

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Fitoplankton Makanan Kutu Air

Halo sahabat sangkuti mimin disini mau berbagi pengetahuan baru ternyata fitoplankton makanan kutu air yuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
Chat Kami
1
Terima kasih 😀🙏🏻

Silahkan diskusikan kepada kami tentang budidaya ikan, kolam terpal dan perlengkapan perikanan budidaya lainnya. Kami siap membantu anda 😊😊

Oh iya, Kami hari ini sedang ada promo pelatihan budidaya online hanya 100ribuan berisi 60 video tutorial. 👍