Budidaya Lele di Tong Plastik, Serupa Budikdamber

Halo sahabat Sangkuti, kembali lagi di artikel Sangkuti Farm yang penuh akan informasi seputar budidaya ikan lele. Bagaimana kabar budidaya ikan lele akang? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan terhindar dari penyakit sampai panen nanti ya. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai produksi ikan lele mulai dari skala yang paling kecil dan mudah diaplikasikan di pekarangan rumah ataupun lahan terbatas. Ikan lele dapat dipelihara pada berbagai jenis dan ukuran wadah. Salah satu jenis wadah yang menjadi opsi terjangkau untuk budidaya ikan lele adalah pada tong plastik. Budidaya lele di tong plastik tidak jauh berbeda dengan “budikdamber” yang merupakan akronim dari budidaya ikan didalam ember. Pemeliharaan ikan pada wadah tong plastik pada prinsipnya serupa dengan budikdamber. Aspek yang menjadi pembeda antara pemeliharaan lele di ember dan tong plastik yaitu pemilihan wadah. Artikel sebelumnya Sangkuti Farm pernah membahas mengenai budidaya ikan lele di dalam ember yang pada teknis dan manajemennya sangat mudah untuk dilakukan oleh masyarakat luas. Metode budidaya lele di tong plastik merupakan salah satu implementasi urban aquaculture. Urban aquaculture merupakan kegiatan produksi budidaya hewan akuatik yang dilakukan di kawasan perkotaaan dengan memanfaatkan lahan sempit atau lahan yang tidak termanfaatkan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggiatkan produksi pangan sumber protein secara mandiri pada skala rumah tangga. Kegiatan produksi ikan lele dengan wadah tong plastik dalam tahapannya terdapat hal-hal esensial yang penting untuk diketahui. Berikut Sangkuti Farm sajikan tahapan-tahapan untuk produksi lele dalam tong plastik yang berkelanjutan dan mudah untuk diterapkan.

Budidaya Lele di Tong Plastik
Budidaya Lele di Tong Plastik

  • Persiapan wadah pemeliharaan

Wadah pemeliharaan berupa tong plastik berbahan dasar HDPE (High Density Polyethylene) dengan kualitas yang baik dan kokoh. Tong plastik berbentuk tabung silinder yang umumnya berwarna biru. Ukuran volume tong plastik yang digunakan memiliki opsi yang beragam mulai dari volume 80 L, 100 L, 120 L, 150 L, sampai dengan 200 L. Sebagai contoh, tong plastik bervolume 200 L memiliki tinggi 95 cm dengan diameter 60 cm. Tong plastik yang akan dijadikan wadah budidaya ikan lele perlu dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pembudidaya. Tutup wadah pada bagian atas tidak diperlukan pada proses produksi lele, dengan demikian tong plastik yang didesain memiliki tutup permanen perlu dimodifikasi agar bagian atas tong terbuka. Pada modifikasi wadah tong plastik yang sederhana, tong plastik dirancang untuk budidaya lele dengan posisi wadah tabung silinder yang berdiri tegak secara vertikal. Pada tepian atas bagian dalam wadah dikelilingi oleh tanaman air yang menjadi komplementer produksi. Rancangan sistem budidaya seperti itu menyerupai metode budikdamber.

Tong plastik dapat dimodifikasi pada sistem budidaya yang lebih beragam dibandingkan wadah berupa ember. Bentuk tong plastik yang umumnya yaitu silinder sempurna memungkinkan posisi wadah didesain melintang sejajar dengan tanah (horizontal). Sisi badan tong plastik yang melintang dibentuk celah sebagai kolom pemberian pakan dan pengamatan kondisi ikan. Tanaman air seperti kangkung dan pakcoy dapat dibudidayakan pada tong plastik yang telah diberi kolom dan menyentuh permukaan air. Sistem ini akan lebih efisien apabila dioperasikan tidak hanya satu atau dua wadah. Modifikasi tong plastik lainnya yaitu wadah yang saling terintegrasi dan membentuk sistem akuaponik. Tong plastik berperan sebagai wadah pemeliharaan ikan yang terhubung menuju pipa-pipa tempat tanaman air tumbuh. Tanaman air pada sistem tersebut berperan sebagai biofilter sekaligus dapat memanfaatkan nutrien air budidaya untuk tumbuh. Pada beberapa modifikasi tong plastik lainnya, wadah diberi lubang pada tepian wadah yang diregulasi oleh katup atau keran. Lubang tersebut berfungsi sebagai saluran outlet tempat keluarnya air ketika proses pergantian air. 

Budidaya Lele di Tong Plastik
Budidaya Lele di Tong Plastik

  • Penebaran Benih

Benih yang digunakan adalah benih yang sehat, lincah, tidak cacat, dan berukuran seragam. Ukuran benih yang digunakan mulai dari ukuran 7-8 cm, 8-9 cm, atau 9-10 cm, tidak ada ketentuan khusus pada ukuran benih awal penebaran. Semakin besar ukuran benih yang digunakan, maka masa pemeliharaan menuju panen akan semakin cepat. Padat tebar benih pada wadah tong plastik yang dianjurkan menyerupai padat tebar pada budikdamber yaitu 1 ekor/L. Hal tersebut berarti apabila volume air pada tong plastik senilai 180 L, maka benih yang ditebar yaitu 180 ekor. Proses penebaran benih diawali dengan aklimatisasi untuk menghindari stres pada benih ikan yang akan mempengaruhi kelangsungan hidup dan performa pertumbuhan ikan.

Budidaya Lele di Tong Plastik
Budidaya Lele di Tong Plastik

  • Manajemen Pakan

Manajemen pakan meliputi jenis pakan dan metode pemberiannya. Jenis pakan yang diberikan tentunya yaitu pakan pabrikan berupa pellet. Budidaya pada tong plastik dapat digunakan untuk segmentasi pendederan dan pembesaran, kedua segmentasi tersebut sudah menggunakan pakan full pellet untuk kegiatan produksinya. Kandungan protein minimal pada pellet yaitu 28% dengan ukuran yang disesuaikan pada bukaan mulut ikan, ukuran pellet untuk pembesaran meliputi 3 mm, 4 mm, dan 5 mm atau lebih. Pakan diberikan setelah satu hari ikan ditebar pada wadah atau sistem tong plastik yang baru. Metode pemberian pakan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu ad satiation dan restricted. Ad satiation adalah pemberian pakan dengan cara sekenyang-kenyangnya, pada metode ini pemberi pakan perlu mengamati respon ikan dan melakukan pemberian pakan secara perlahan. Restiricted adalah pemberian pakan yang dibatasi atau diberikan porsi harian dengan presentase feeding rate (FR%) berdasarkan biomassa ikan. Presentase FR yang diaplikasikan pada segementasi pembesaran yaitu 3-7%. Pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi 2 atau 3 kali sehari pada pagi (08.00) dan sore (17.30) hari atau pagi (08.00), siang (13.00), dan sore (17.30) hari. Sebelum diberikan, pakan baiknya dilakukan pembibisan dengan air bersih atau air yang sudah diberi campuran probiotik pakan selama kurang lebih 5-10 menit. 

Budidaya Lele di Tong Plastik
Budidaya Lele di Tong Plastik

  • Manajemen kualitas air

Media budidaya ikan dalam hal ini air dijaga kualitasnya dengan metode yang paling sederhana yaitu pergantian air. Pergantian air dapat dilakukan secara berkala mulai dari 7 hari, 14 hari, 21 hari, sampai 1 bulan sekali sesuai dengan kebutuhan setiap sistem budidaya. Air budidaya yang sudah kotor, keruh dan berbau tidak sedap menjadi identifikasi perlu dilakukan pergantian air. Volume air yang diganti mulai dari 20-100%. Metode lain dalam manajemen kualitas air yaitu pemanfaatan probiotik air yang mengandung bakteri pengonversi amonia seperti nitrosomonas sp. dan nitrobacter sp. Tanaman air yang dibudidayakan pada permukaan media budidaya juga berperan dalam mendegradasi amonia yang dalam hal ini disebut sebagai biofilter

  • Pemanenan

Pemanenan pada metode budidaya lele di tong plastik ini menghasilkan 2 komoditas yang berbeda yaitu ikan dan sayuran. Tanaman kangkung dapat dipanen berkala setiap minggu atau bulannya. Masa pemeliharaan ikan lele pada tong plastik memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan untuk panen. Masa pemeliharaan menuju panen tergantung dari ukuran benih yang digunakan dan keoptimalan kinerja operasional produksi. Bobot ikan lele yang berkisar mulai dari 140 g – 200 g per ekor masuk pada ukuran konsumsi. Sebutan “Sekilo 7” atau “ Sekilo 5” merupakan istilah yang umum digunakan di pasaran yang artinya terdapat  ekor atau 5 ekor ikan lele dalam 1 kg bobot basah.

Sekian artikel mengenai budidaya lele di tong plastik, semoga artikel kali ini bermanfaat dan menginspirasi sahabat sangkuti semuanya. Jangan lupa untuk like dan share artikel ini dan artikel lainnya dari sangkuti farm. Terimakasih, sampai jumpa, happy farming, dan salam sukses akuakultur!

Baca juga : Manfaaat Budidaya Ikan Lele Apa Saja Ya?

Nilai Kualitas Konten

About Aghis

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Moina sp dan Susu Bubuk

Halo sahabat sangkuti mimin mau tanya nih apakah sahabat sangkuti sudah mengenal hubungan antara Moina …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
Chat Kami
1
Terima kasih 😀🙏🏻

Silahkan diskusikan kepada kami tentang budidaya ikan, kolam terpal dan perlengkapan perikanan budidaya lainnya. Kami siap membantu anda 😊😊

Oh iya, Kami hari ini sedang ada promo pelatihan budidaya online hanya 100ribuan berisi 60 video tutorial. 👍