Wednesday , 12 December 2018

Budidaya Cacing Sutra Dari Limbah Kolam Lele

Dalam artikel ini kami ingin membahas Budidaya Cacing Sutra Dari Limbah Kolam Lele. Ketika panen lele sangkuriang, umumnya masih tersisa air limbah bekas. Apabila ada yang pernah membiarkan kolam ini selama beberapa hari, umumnya akan bermunculan mahluk kecil seperti cacing berwarna merah. Inilah  yang dinamakan dengan cacing sutra. Apabila dibiarkan, cacing sutra akan bermunculan dan terus berkembang, bahkan akhirnya cacing tersebut dapat dipelihara dan dibudidayakan.

 

Budidaya Cacing Sutra Dari Limbah Kolam Lele

Untuk memanfaatkan air kolam pasca panen, sebaiknya kita gunakan sisa air dan lumpur di kolam lele untuk memelihara cacing sutra ini. Selain untuk pakan benih lele, juga bisa menjadi bisnis baru.

Berikut cara yang perlu diperhatikan:

Persiapan Kolam Cacing Sutra
Kolam kosong yang tidak dipakai untuk budidaya ikan lele sangkuriang, disiapkan dengan cara air limbah kolam lele diaduk dan berikutnya pindahkan ke kolam budidaya cacing sutera dengan pompa penyedot. Bila akan menggunakan kolam lele sebagai kolam sementara budidaya cacing sutra maka air tidak perlu dipindahkan.

Pengendapan Air
Air diendapkan selama 3-5 hari, kemudian air bagian atas dibuang atau diturunkan hingga 5-10 cm dari permukaan lumpur. Ratakan lumpur dengan sorok kayu, biarkan selama sebagian hari. Lakukan cara kerja ini 2 hingga 3 kali hingga cukup banyak lumpur halus yang tersedia.

Penebaran Bibit Cacing Sutra
Bibit cacing indukan ditebar sebanyak 2-3 liter atau ukuran 10 gelas, kemudian diberikan air hingga ketinggian 5-7 cm.

 

Perawatan Cacing Sutra
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, usahakan air tetap mengalir kecil selama masa pemeliharaan cacing sutra dengan ketinggian air 5-10 cm. Bibit cacing sutra mulai tumbuh halus dan merata di seluruh permukaan lumpur setelah 10 hari. Bila memungkinkan, tambahkan lagi kolam pemeliharaan cacing sutra dengan air buangan panen lele pada kolam budidaya cacing sutra, setelah 2-3 bulan cacing sutra siap dipanen.

Masa Panen Cacing Sutra

Cacing sutra akan tumbuh setelah umur 2 pekan dari penebaran biang cacing sutera. Namun apabila tanpa penebaran biang, cacing sutera akan tumbuh lebih dari 2 bulan. Panen pertama dilakukan setelah umur cacing lebih dari 75 hari. Selanjutnya bisa dipanen tiap 15 hari sekali.

Kolam budidaya cacing sutra yang sudah siap panen bisa diketahui dari lumpur yang sudah kental apabila dipegang. Lakukan pemanenan cacing sutera pada waktu pagi atau petang hari dengan lebih dulu menaikkan ketinggian air sampai 50-60 cm agar cacing naik ke permukaan dan mempermudah pelaksanaan pemanenan.

Masukkan cacing yang masih bercampur lumpur ke dalam baskom dengan pengeruk, selanjutnya masukkan dalam ember atau bak yang berisi air dengan ketinggian lebih kurang 1 cm di atas media lumpur. Tutup ember supaya komponen dalam menjadi gelap, biarkan selama 1-2 jam.

Dengan mudah cacing bisa diambil memakai tangan karena cacing bergerombol di atas media lumpur. Masukkan pada bak atau wadah daerah pemberokan selama 10-12 jam, selanjutnya cacing siap dikasih pada benih ikan sebagai pakan atau bisa dipasarkan.

Sekian artikel mengenai Budidaya Cacing Sutra Dari Limbah Kolam Lele

Smoga bermanfaat 🙂

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Budidaya Ikan Sistem Polikultur

Dalam kesempatan ini kami ingin membahas Budidaya Ikan Sistem Polikultur. Pada awal perkembangannya, metode budidaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!