Benih dan Pembenihan Gurame

Halo sahabat sangkuti kembali lagi bersama mimin disini kita akan mempelajari benih dan pembenihan gurame. Benih dan Pembenihan gurame menjadi sektor penting dalam proses budidaya, berupa penyedia benih gurame yang bermutu dan calon induk unggul. Proses benih dan pembenihan gurame merupakan proses yang kritis dalam segmen budidaya hal ini disebabkan benih cukup rentan terhadap gangguan dari luar baik fisik maupun kimia dan biologi. Ikan gurame dengan nama latin Osphronemus gouramy merupakan komoditas unggulan pada budidaya ikan air tawar. Ikan gurame mampu berkembangbiak secara alami, pemberian pakan yang mudah, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

benih dan pembenihan gurame

Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan ikan guarami antara lain keturunan atau genetik, seks, umur, ketahanan penyakit. Faktor luar atau faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain makanan, kualitas air dan ruang gerak. Perencanaan pembenihan ikan gurame dilakukan dengan mempersiapkan teknik pembenihan ikan gurame. Tahapan awal yang dilakukan dalam melakukan pembenihan ikan gurame yaitu persiapan kolam pemijahan. Tahap ini bertujuan membersihkan kolam pemijahan dari hama. Tahap ini diaplikasikan dengan membersihkan kolam, mengeringkan kolam selama 2-3 hari, dan mengisi air kolam setinggi 80-90 cm sesuai dengan kondisi alami di habitatnya.Pada kolam tanah tahap persiapan wadah memiliki tahapan-tahapan yang lebih panjang diantaranya :

  1. Pembalikkan Tanah

Pembalikkan dasar tanah dilakukan dengan tujuan agar unsur hara tanah meningkat serta kualitas tanah menjadi lebih subur

  • Pengeringan Kolam

Pengeringan kolam dilakukan untuk menguatkan dasar tanah sehingga tanah dapat menahan air dengan baik serta sebagai langkah awal mematikan organisme yang tidak diinginkan atau parasit.

  • Pengapuran dan Pembasmian hama

Pengapuran dan pembasmian hama dilakukan untuk menjaga kestabilan kualitas tanah, meminimalisir patogen yang akan hidup

  • Pemupukkan

Pemupukan dilakukan untuk menumbuhkan pakan alami, dan meningkatkan kandungan nutrient dalam tanah.

  • Pengisian air ¾

Hal ini dilakukan untuk melihat kualitas air yang terbentuk dimana air ini membiarkan fitoplankton tumbuh dengan baik, sehingga dapat terukur perairan tersebut cukup subur, subur atau terlalu subur.

Tahap kedua adalah seleksi induk. Induk yang telah matang gonad dipilih berdasarkan ciri morfologisnya, sehingga pemijahan dapat dilakukan. Induk jantan yang telah matang gonad memiliki warna hitam, bentuk perut tumpul, lincah, dan mengeluarkan cairan sperma. Induk betina yang telah matang gonad memiliki warna relatif terang, bentuk perut membulat, lamban, dan tidak mengeluarkan cairan dari gonadnya. Tahap ketiga adalah pemijahan. Sarang diaplikasikan dalam pemijahan ikan gurame sebagai media peletakan telur gurame. Rasio jantan dan betina pada pemijahan ikan gurame adalah 1:2. Pemberian pakan tinggi protein dapat memicu perkembangan gonad induk dan memicu pemijahan. Oleh karena itu, pakan induk gurame selama pemijahan adalah daun talas yang mengandung 32 % protein. Menurut BSN (2006), fekunditas ikan gurame adalah 1500-2500 telur/kg. Penetasan telur merupakan tahap keempat dalam pembenihan. Telur ditetaskan dalam wadah yang berbeda yang berada pada ruangan tertutup agar kondisi wadah terkontrol. Durasi penetasan telur gurame rata-rata adalah 30 jam. Telur yang menetas menghasilkan larva yang memiliki kuning telur. Sumber nutrisi larva gurame selama 10 hari pertama adalah kuning telurnya sendiri karena alat pencernaan larva tersebut belum terbentuk sempurna. Setelah kuning telur habis, larva diberikan pakan alami cacing sutera yang kaya protein. Larva akan tumbuh menjadi benih setelah mencapai ukuran tertentu. Fase ini merupakan akhir dari segmen pembenihan. Pemeliharaan gurame selanjutnya adalah fase pendederan.

Manajemen pakan yang baik mulai dari waktu pemberian pakan, jenis pakan, serta kandungan protein dalam pakan akan menunjang pertumbuhan ikan yang optimal. Pakan yang digunakan dalam pemeliharaan gurame dapat berbentuk pakan alami maupun buatan. Secara umum pakan alami bagi ikan gurame di antaranya daphnia, rotifer, artemia, tubifex, dan daun talas. Pakan buatan yang digunakan dapat berbentuk pellet. Kandungan protein yang optimal dalam pakan dapat mempengaruhi pertumbuhan gurame. Papain yang ditambahkan dalam pakan buatan untuk gurame mampu meningkatkan retensi protein, efisiensi pakan, dan laju pertumbuhan harian ikan gurame. Kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan karbohidrat merupakan ciri dari pakan yang baik, karena protein merupakan sumber energy utama bagi ikan. Komposisi yang baik terkandung dalam pakan gurame yaitu protein sebanyak 30-32% dan karbohidrat sebanyak 20-30%, terlihat bahwa kandungan protein lebih dominan dibandingkan dengan kandungan karbohidrat. Sumber dari protein tersebut yakni berasal dari protein hewani sehingga mudah dicerna oleh tubuh ikan. Untuk ikan gurame yang sudah cukup dewasa sudah bisa menggunakan pellet sebagai pakan tambahan karena bukaan mulut ikan sudah cukup untuk memakan pellet. Waktu pemberian pakan ikan gurame berbeda dengan ikan lainnya. Frekuensi pemberian pakan untuk ikan gurame yang tepat adalah dua kali sehari dalam jangka waktu 24 jam. Hal tersebut didasarkan pada kebiasaan makan gurame yang tergolong diurnal.

Pengukuran kualitas air meliputi parameter suhu, pH, oksigen terlarut, dan ammonia. Suhu optimal untuk pertumbuhan ikan gurame yaitu 25-30º C. Perubahan suhu 4º C tidak berpengaruh banyak pada ikan gurame. Ikan gurame mengalami stress apabila perubahan suhu mencapai 5º C ke atas. Pengukuran suhu air dapat diukur dengan thermometer. Nilai pH terhadap kehidupan dan laju pertumbuhan ikan. Nafsu makan ikan dapat menurun ketika pH rendah, karena aktivitas enzim pencernaan menjadi rendah dan terjadi penggumpalan lendir pada insang sehingga dapat menyebabkan kesulitan proses respirasi. Kadar pH optimal untuk pembesaran ikan gurame yaitu 6,5-8,0. Oksigen terlarut membantu proses oksidasi bahan buangan serta pembakaran makanan untuk menghasilkan energi bagi pertumbuhan ikan gurame. Menurunnya kadar oksigen terlarut dapat menyebabkan stress, anoreksia, hipoksia jaringan, pingsan, bahkan hingga kematian. Kadar oksigen terlarut optimal untuk pembesaran ikan gurame yaitu 4,0-7,1 mg/L.

Baca Juga : Budidaya Maggot

Nilai Kualitas Konten

About raniaudona

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Fitoplankton Makanan Kutu Air

Halo sahabat sangkuti mimin disini mau berbagi pengetahuan baru ternyata fitoplankton makanan kutu air yuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!
Chat Kami
1
Terima kasih 😀🙏🏻

Silahkan diskusikan kepada kami tentang budidaya ikan, kolam terpal dan perlengkapan perikanan budidaya lainnya. Kami siap membantu anda 😊😊

Oh iya, Kami hari ini sedang ada promo pelatihan budidaya online hanya 100ribuan berisi 60 video tutorial. 👍