Vaksin Hydrovac untuk Penyakit Aeromonas

Vaksin HydroVac untuk Penyakit Aeromonas

 

Video berikut ini berisi tentang informasi penyuluhan cara pakai dan apa itu Vaksin HydroVac untuk Penyakit Aeromonas yang seringkali membuat para petani lele rugi besar-besaran. Aeromonas Hydrophila merupakan salah satu bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada ikan yang dipelihara dengan sistem intensif. Bahaya utama penyakit ini adalah dapat menyerang ikan yang masih berukuran sebesar jari manusia dan kemudian mengakibatkan kematian massal.

Ciri-ciri ikan (terutama lele) yang terkena penyakit ini adalah bercak merah, borok, perut mengembung, dan benih lele menggantung. Penyakit inilah yang paling ditakuti oleh para petani ikan lele karena dapat menimbulkan kerugian yang besar bahkan bisa menimbulkan kematian ikan 100 %.

 
Vaksin Hydrovac untuk penyakit Aeromonas ini dapat menginduksi respon kekebalan fisik pada ikan, dan akan terdeteksi dalam waktu 2-3 minggu pasca vaksinisasi. Dalam sekali pemberian, vaksin HydroVac mampu melindungi ikan terhadap infeksi penyakit Aeromonas selama 3-4 bulan.
HydroVac mengandung sel utuh (whole cell) bakteri A, hydrophilia kode isolate 26, Phosphate Buffered Saline (PBS) dan bahan preservative.
Untuk meningkatkan kadar antibodi hingga level protektif, perlu dilakukan vaksinasi ulang (booster) yang diberikan 1,5 bulan kemudian. Booster akan meningkatkan level antibodi yang sangat signifikan selama 3-12 bulan.

Persyaratan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan vaksinasi terhadap ikan lele yaitu :
1. Ikan telah berumur 3 minggu atau lebih,
2. Status kesehatan ikan harus dalam kondisi baik, hindari memberikan vaksin pada populasi ikan yang sedang sakit,
3. Suhu air relatif hangat (di atas 25 derajat celcius) dan stabil.

Aplikasi Vaksin HydroVac untuk Penyakit Aeromonas:

1. Perendaman

Perendaman dalam larutan HydroVac selama 15-30 menit. Perendaman dapat dilakukan dalam bak beton/fiber glass/akuarium atau ember plastik. Dosis yang digunakan adalah 100 ml vaksin untuk setiap 10 liter air. Jumlah ikan untuk sekali perendaman kurang lebih sebanyak 20.000-25.000 ekor/m3, dan larutan bekas rendaman tersebut masih bisa digunakan sekali lagi untuk vaksinasi dengan jumlah ikan yang sama.

2. Melalui pakan ikan (pellet).
Teknik ini cocok untuk ikan yang sudah dipelihara di kolam atau vaksinasi ulang (booster). Vaksin diencerkan terlebih dahulu dengan air bersih, kemudian dimasukkan ke dalam alat semprot. Semprotkan larutan vaksin tersebut ke pakan secara merata, dikeringanginkan dan selanjutnya segera diberikan kepada ikan. Dosis yang diberikan adalah 2-3 ml/kg bobot tubuh ikan. Pemberian vaksin melalui pakan sebaiknya dilakukan selama 5-7 hari berturut-turut.
3. Melalui Penyuntikan
Teknik ini cocok untuk induk maupun calon induk ikan. Aplikasi dapat dilakukan secara intra politoneal (i.p) atau intra muscular (i.m). Dosis yang diberikan adalah 0,1-0,2 ml/kg bobot ikan.
Simak videonya berikut ini:

Facebook Comments
BANNER FREE MEMBER

CEK JUGA ARTIKEL INI :

Empat Hal Penting dalam Memulai Bisnis Ternak Lele

Empat Hal Penting dalam Memulai Bisnis Ternak Lele       Yuk teman-teman simak video …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!